Connect with us

Mancanegara

Turki Siap Menghabisi Milisi Kurdi Bentukan AS di Suriah Utara

Published

on

Turki Siap Menghabisi Milisi Kurdi Bentukan AS di Suriah Utara

Turki Siap Menghabisi Milisi Kurdi Bentukan AS di Suriah Utara. Gambar memperlihatkan konvoi pasukan tambahan Turki/Foto:124news

NUSANTARANEWS.CO – Turki siap menghabisi milisi Kurdi bentukan AS di Suriah. Militer Turki telah meningkatkan jumlah pasukannya di perbatasan dengan Suriah utara, menyusul pengumuman Presiden Recep Tayyip Erdogan yang mengancam akan melancarkan operasi militer di daerah yang dikuasi oleh YPG bentukan Amerika Serikat (AS). Menurut kantor berita negara Anadolu, konvoi sembilan truk yang membawa kendaraan lapis baja dan sebuah bus yang berisi personel militer dikabarkan telah mencapai Akcakale di provinsi Sanliurfa pada Sabtu malam.

Konvoi itu dikirim untuk menambah kekuatan pasukan di perbatasan Suriah. Akcakale yang saat ini dikuasai YPG terletak di seberang kota Suriah Tal Abyad. Meski YPG merupakan bentukan Washington, namun Ankara tetap melihat kelompok itu berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang terdaftar sebagai organisasi teroris di Turki.

Presiden Erdogan pada hari Sabtu telah mempertegas rencananya untuk segera menyerang posisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) melalui darat dan udara. Erdogan juga mengatakan bahwa persiapan telah matang untuk melakukan operasi militer, bisa hari ini, bisa besok, tegas Erdogan.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin, mengatakan bahwa Ankara akan memusnahkan kelompok teroris dan menciptakan zona aman untuk memulangkan para pengungsi ke tanah air mereka.

Sementara itu, militer AS dilaporkan telah mengevakuasi dua pos pengamatan di Ras al-Ain dan Tell Abiad menjelang operasi militer Turki. Presiden Erdogan mengkonfirmasi penarikan pasukan itu AS itu setelah melakukan pembicaraan telpon dengan Presiden Trump.

Meski AS dan Turki telah sepakat untuk membangun zona penyangga di Suriah utara pada bulan Agustus lalu, namun karena dianggap tidak ada kemajuan yang signifikan, Ankara menjadi tidak sabar, dan mengatakan akan berjalan dengan rencana mereka sendiri.

Baca Juga:  Kepada Tuan Malaka, Puisi Ahmad Zubaidi

Ribuan orang langsung berdemonstrasi pada hari Minggu di sebuah wilayah yang didominasi oleh orang Kurdi di perbatasan Suriah dengan Turki menentang rencana operasi militer yang akan dilancarkan pemerintah Turki.

Seperti diketahui, pada 7 Agustus, Turki dan AS sepakat untuk menciptakan zona aman di Suriah utara setelah terjadi ketegangan berbulan-bulan antara kedua negara atas kehadiran milisi bersenjata Kurdi di wilayah tersebut.

Presiden Erdogan sendiri telah memperingatkan bahwa negaranya akan melancarkan operasi militer terhadap pasukan Kurdi di Suriah di sebelah timur Sungai Efrat jika AS gagal memenuhi persyaratan Ankara untuk zona aman.

Turki memang telah lama menentang kehadiran milisi Kurdi di utara Suriah, mengklaim bahwa mereka merupakan ancaman bagi keamanan negara. Pada Januari 2018, Turki meluncurkan operasi militer di kota Afrin melawan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang didukung AS. Serangan militer Turki itu dianggap sebagai agresi militer oleh Suriah. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler