Connect with us

Mancanegara

Turki Bersikeras Beli S-400 Rusia di Tengah Ancaman Sanksi AS

Published

on

turki, s-400 rusia, ancaman sanksi, as, bersikeras, nusantaranews

Rudal sistem pertahanan udara S-400 Rusia. (Foto: Sergey Malgavko/Sputnik)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaPemerintah Turki bersikeras tetap akan membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia di tengah ancaman sanksi Amerika Serikat (AS).

Negara Paman Sam mengancam akan membekukan penjualan jet tempur F-35 buatan AS jika Ankara tetap bersikeras mengakuisisi rudal S-400 buatan Rusia.

Namun, kantor berita Yeni Safak seperti dikutip Sputnik menyebutkan, Ankara tak bergeming dengan ancaman AS tersebut. Selain itu, AS juga diketahui menginginkan Turki melanjutkan kesepakatan pembelian rudal Patriot ketimbang S-400. Kesepakatan ini kabarnya akan batal jika AS memasukkan klausul pelarangan pembelian S-400 dalam pembelian rudal Patriot.

Dilaporkan, S-400 buatan Rusia yang akan dibeli Turki pertama-tama akan dikerahkan ke Pangkalan Udara Murted, atau Pangkalan Udara Akinci. Laporan media lokal menyebutkan bahwa pangkalan udara itu akan menjadi pusat utama pengiriman rudal S-400 Rusia sebelum kemudian dipindahkan ke wilayah lain untuk menjalankan tugasnya.

Baca juga: Dilema Turki Soal Pembelian Alutsista, Antara Rudal Patriot AS atau Rudal S-400 Rusia

Loading...

Dilaporkan juga, Ankara akan mengirimkan delagasi sebanyak 100 orang ke Azerbaijan untuk pemeriksaan sistem pertahanan rudal S-300 PMU2 tahun ini sebelum bertolak ke Rusia mengecek pelatihan pasukan Turki mengoperasikan rudal S-400 yang rencananya akan disebar di wilayah Turki pada Oktober mendatang.

Seperti diketahui, rencana Ankara membeli rudal S-400 ditentang sekutu-sekutunya seperti AS dan NATO. Namun, pada 2017 silam, Ankara dan Moskow menandatangani kontrak senilai 2,5 miliar dolar AS untuk pengiriman empat unit batalyon S-400 ke Turki.

Kendati tekanan keras dari Washington, Turki tak mau membatalkan pembelian S-400 yang sudah disepakati di Moskow. Kabarnya, keputusan Turki ini membuat AS berencana menjatuhkan sanksi militer terhadap Ankara menggunakan Undang-undang Penentangan AS atau Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). UU ini diketahui dibuat pada 2017 diadopsi sebagai tanggapan atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS pada 2016 silam.
(eda/as)

Baca Juga:  Mantan Hakim MK: Radikalisme dan Liberalisme Menjadi Ancaman Nyata NKRI

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler