Hankam

Tugaskan Polisi Hadapi Kelompok Separatis Papua Adalah Kesalahan

NUSANTARANEWS.CO – Penyebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tampaknya perlu direvisi. Pasalnya kelompok ini tidak seperti layaknya pelaku kriminal pada umumnya. Sebaliknya lebih tepat seperti kelompok gerakan separatis.

Merujuk pada sebuah video singkat yang diunggah oleh Letjen (Purn) Suryo Prabowo melalui akun instagramnya, Jumat (10/11/2017) menunjukkan bagaimana segerombolan kelompok separatis ini terstruktur, dengan memiliki bendera sendiri. Mereka juga dilengkapi senjata senapan serbu jenis AK.

Sehingga apa yang disampaikan Kapolri dengan menyebut kelompok ini sebagai kelompok kriminal dan mengatakan aksi mereka hanya bermotif ekonomi semata tampaknya tidak tepat. Sebagaimana merujuk pernyataan mereka di video yang diunggah Letjen (Purn) Suryo Prabowo, tampak jelas mereka ingin menegakkan kedaulatan Papua dan ingin merdeka.

Hal ini diperkuat Letjen (Purn) Suryo Prabowo melalui caption unggahannya. “Mereka pasti BUKAN KRIMINAL karena mereka terorganisir, tidak cuma cari duit tetapi ingin merdeka, memiliki bendera, dan menggunakan senjata rampasan AK dan Steyr milik aparat keamanan,” tulis @suryoprabowo2011.

https://www.instagram.com/p/BbSxauWA1JV/?hl=id&taken-by=suryoprabowo2011

Baca Juga:  Pangdam V/Brawijaya Pimpin Upacara Penutupan TMMD ke-114 TA 2022 di Probolinggo

Mengenai hal itu, Kapolri mesti harus menjelaskan, mengapa mereka disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata? Sementara apa yang mereka sampaikan di video tersebut, bukan hal sepele layaknya pelaku kriminal biasa. Melainkan telah mengarah pada tindakan yang mengancam kesatuan NKRI. Seharusnya, Kapolri menyebut kelompok ini adalah kelompok gerakan separatis.

Jika memang demikian situasinya, maka kewenangan ini mestinya diserahkan kepada TNI. Karena tindakan yang ditunjukkan kelompok separatis ini sudah bukan masuk pada level ketertiban dan keamanan masyarakat, melainkan sudah masuk kategori mengancam pertahanan dan ketahanan negara.

Sehingga salah besar, bila dalam kasus ini yang ditugaskan justru Brimbob Polisi. Jelas ini merupakan hal yang dipaksakan. Karena memang bukan kapasitas polisi. Sebaliknya, apabila hendak mengacu pada Undang-Undang, mestinya yang menangani kelompok separatis di Papua ini adalah TNI bukan polisi.

Publik masih ingat betul, bagaimana pada Minggu, 22 Oktober 2017 lalu, salah satu anggota Brimob Polda Papua Detasement B Mimika, Briptu Berry Pernama Putra tewas tertembak oleh kelompok separatis ini.

Baca Juga:  Kodim Klungkung Musnahkan Timbunan Sampah dan Apresiasi Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Kesehatan

Berdasarkan UU RI Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 1 ayat 5 menyebutkan bahwa tugas dan fungsi TNI adalah menjaga pertahanan negara di dalamnya menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan.

Hal ini kemudian dijabarkan lagi pada pasal 7 yang ayat 2 berbunyi bahwa tugas pokok TNI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain sebagai operasi militer untuk perang, mengatasi gerakan separatisme bersenjata, mengatasi pemberontakan bersenjata, mengatasi aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis dan lain-lain.

Sementar ruang lingkup tugas Polri sesuai UU RI Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 1 ayat 5 berbunyi bahwa untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Di dalamnya menciptakan suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketenteraman, yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat. (*)

Baca Juga:  Danlanal Nunukan Pimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Sebatik

Editor: Romandhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3