Connect with us

Politik

Tugas Oposisi Kritik Pemerintah, Rocky: Lalu, Ngapain Lu Kritik Oposisi?

Published

on

Kitab Suci Fiksi ala Rocky Gerung

Pengamat Politik Rocky Gerung. (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat politik nasional, Rocky Gerung menjelaskan bahwa tugas oposisi adalah mengkritik pemerintah. Sebab pemerintah adalah subjek yang menjalankan kebijakan.

“Tugas oposisi mengkritik pemerintah,” tulis Rocky Gerung dikutip melalui akun twitternya, pada Jumat (30/11/2018).

Lalu, kata Rocky Gerung melanjutkan, “Ngapain lu mengkritik oposisi?”

“Jadi, tugas lu mengkritik tugasnya?” tanya Rocky Gerung yang kemudian mendapat banyak tanggapan dari para netizen.

Sebagai informasi, sebelumnya Rocky Gerung sempat diminta tanggapannya mengenai agenda ekonomi yang ditawarkan oposisi yakni calon presiden RI Prabowo Subianto. Ia mengatakan apa yang ada di dalam agenda ekonomi Prabowo semua disebutnya sebagai respon oposisi dalam melihat kondisi riil bangsa hari ini.

“Agenda (ekonomi Prabowo) itu adalah reaksi terhadap keadaan. Ya udah keadaannya seperti apa? Airnya kita gak punya. Pangannya kita gak mandiri. Apa satunya lagi tadi? Energinya tidak cukup. Kan itu faktanya,” kata Rocky, saat ditemui di kawasan Menteng, Jumat 23 November 2018 lalu.

Baca Juga: Rocky Gerung: “Dungu” Bukan Tentang Orang, Tapi “Cara” Berpikir

Jadi solusinya apa? Tanya Rocky Gerung, “Ya tiga soal itu. Terus saya mau kasih kritik apa sesuatu yang betul betul reaksi dari keadaan. Kalau gue bilang jangan pakai itu. Ya berarti teruskan dong kekurangan energi dan segala macam itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, calon presiden RI, Prabowo Subianto saat diundang dalam acara konferensi para pebisnis internasional yang diadakan The Indonesia Economic Forum (IEF) pada 21 November 2018 di Hotel Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat lalu, ia menawarkan tiga agenda ekonomi ekonomi. Ketiga agenda ekonomi itu antara lain swasembada pangan, energi dan air.

Baca Juga: Rocky Gerung Tegaskan Tak Ada Nasionalisme Dalam HoA Freeport

Di hadapan para pemimpin politik, pebisnis, pemerintah dan komunitas sipil lintas negara, Prabowo menambahkan bahwa Indonesia harus mempromosikan penggunaan bio-energi sebagai kompensasi penurunan produksi minyak.

Editor: Alya Karen

Advertisement
Advertisement

Terpopuler