Connect with us

Peristiwa

Tsunami Setinggi 20 Meter Incar Pulau Jawa, Jatim Diwarning Tingkatkan Kewaspadaan

Published

on

Tsunami 20 setinggi meter incar pulau Jawa, Jatim diwarning tingkatkan kewaspadaan.

Tsunami setinggi 20 meter incar pulau Jawa, Jatim diwarning tingkatkan kewaspadaan. Anggota Komisi E DPRD Jatim Umi Zahrok. Jumat (2/10).

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Tsunami setinggi 20 meter incar pulau Jawa, Jatim diwarning tingkatkan kewaspadaan. Pemprov Jatim diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan adanya ancaman Tsunami di pulau Jawa tersebut.

Sebelumnya, peneliti LIPI dan ITB memprediksi akan adanya Tsunami setinggi 20 meter terjadi di pulau Jawa. Potensi adanya Tsunami tersebut diperkirakan di pantai Selatan Jawa Barat dan 12 meter di Selatan Jawa timur.

Seismic gap atau celah seismik adalah bagian dari sesar yang menghasilkan gempa di masa lalu, sehingga wilayah tersebut seiring berjalannya waktu menjadi tenang atau di sebut wilayah minim gempa.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Umi Zahrok mengatakan dari kunjungan ke kabupaten Jember, ada beberapa daerah di wilayah tersebut rawan terkena Tsunami seperti hasil penelitian dari UGM.

“Di Jember ada di wilayah Puger, Gumukmas, Ambulu Tempurejo dan ada 12 desa yang rawan. Perlu ada peningkatan kewaspadaan,” ungkapnya saat dikonfirmasi sedang berada di Jember, Jumat (2/10).

“Tentunya BPBD setempat perlu membuat jalur evakuasi menjauh dari pantai untuk menghindari terjadinya korban manusia,” jelas politisi asal PKB ini

Dibeberkan oleh Umi Zahrok bahwa, kabupaten Jember sebenarnya memiliki alat pendeteksi gempa atau biasa disebut dengan Jember Early Warning System. “Namun sejak tahun 2017, ada 7 alat pendeteksi bencana tersebut mengalami kerusakan. Oleh sebab itu kami berharap perlu adanya pengadaan atau setidaknya perbaikan peralatan tersebut. Untuk antisipasi bencana yang datangnya tiba-tiba,” lanjutnya.

Menurut Umi Zahrok, ada beberapa tahapan kesiapsiagaan yang harus dilakukan oleh pemerintah, antara lain pencegahan, penanggulangan risiko dan rehablitasi.

Baca Juga:  Klaim Banyak Selamatkan Aset Negara, KPK Tangkis Kritik atas Pencegahan

“Kalau ini semua siap, tentunya bisa meminimalisir jumlah korban saat bencana terjadi,” ujarnya.

Umi Zahrok juga menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan banyak menyerap informasi, patuh pada pegiat kebencanaan (Destana) yang dilakukan anak anak muda. ”Memang masyarakat butuh edukasi terkait dengan mitigasi kebencanaan,” tutupnya. (Setya)

Loading...

Terpopuler