Connect with us

Headline

Trilogi Pribumisme, Dasar Kekuatan Politik Negara Merdeka

Published

on

Persidangan resmi BPUPKI yang pertama. Foto: Wikipedia
Persidangan resmi BPUPKI yang pertama. Foto: Wikipedia

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Center Institute of Strategic Studies (CISS) M. Dahrin La Ode menegaskan bahwa kaum pribumi merupakan penguasa di negerinya. Begitu pula di Indonesia. Merujuk pada ilmu negera, pribumi adalah pendiri negara, pemilik negara, penguasa negara dan berhak menikmati kekayaan alam negeri ini, dunia pun tidak dapat menyangkalnya.

“Jikalau pribumi dikuasai non pribumi, apa artinya negara itu. Non pribumi semestinya harus dikuasai, tidak boleh jadi penguasa. Di seluruh dunia tidak ada yang namanya non pribumi menjadi penguasa. Kecuali dia sedang melakukan suatu diplomasi supaya disukai oleh dunia,” kata Dahrin dalam sebuah kesempatan saat berbincang dengan Nusantaranews.co.

Baca: Mengenal Pribumi Nusantara

Ia mencontohkan, Inggris mengambil orang-orang Indonesia menjadi orang penting di Inggris, supaya orang Indonesia suka Inggris dan supaya Inggris disukai oleh negara-negara Islam.

Lebih lanjut ia menjelaskan, menurut Bapak Ilmu Negara, George Jellineck bahwa teori asal mula terjadinya negara terdiri atas empat fase.  “Keempat fase terjadinya negara ialah Fase Genootschap (Genossenschaft), Fase Reich (Rijk: kerajaan), fase Staat, dan fase Democratische natie dan Fase Dictatuur,” ungkapnya.

Simak: Menelaah Makna Pribumi Universal

Merujuk pada teori asal usul terjadinya negara dari Jellineck itu maka Pribumi bermakna dasar kekuatan politik suatu negara merdeka yang dimaksud apabila pribumi sebagai pendiri negara, menjadi pemilik negara, dan penguasa negara.

“Aplikasi teoretis dasar kekuatan politik Pribumi atas negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai pendiri negara, pemilik negara, dan penguasa negara,” kata Ahli Politik Etnisitas itu.

Tealaah: Ini Penyebab Bangsa Indonesia Gagal Mengelola Negara

Karena itulah, tegas Dahrin, semboyan TNI ialah “NKRI Harga Mati”. Trilogi Pribumisme itu menjadi Ideologi Pribumi dalam pembangunan Asta Gatra Nasional.

Baca Juga:  Konsensus Spirit Bangsa ala Soekarno

“Pada kasus Indonesia dasar kekuatan politik Pribumi atas NKRI itu, kemudian disebut “Trilogi Pribumisme Titik Temu NKRI Harga Mati” yaitu kepada Pribumi. Sedangkan Non Pribumi sebagai pihak yang dikuasai Pribumi. Unsur-unsur negara menurut Ilmu negara dapat pula diuraikan sebagai berikut ini, sepert Wilayah, Rakyat, Pemerintahan, dan Pengakuan Internasional.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler