transplantasi jantung (ilustrasi/cloudinary)
transplantasi jantung (ilustrasi/cloudinary)

NUSANTARANEWS.CO – Seorang ahli bedah jantung meramalkan bahwa metode pengobatan jantung dengan transplantasi jantung mungkin akan ditinggalkan atau dibuang pada satu dekade mendatang.

Dia adalah Profesor Stephen Westaby, dari Oxford’s John Radcliffe Hospital yang berbicara dalam peringatan 50 tahun hari transplantasi jantung manusia pertama.

Menurutnya sudah saatnya mengganti metode konvensional dengan pompa buatan dan perintisan seperti sel induk.

Profesor Westaby yang merupakan ahli bedah pertama yang berhasil dengan pasien yang memberikan pasien dengan jantung buatan baru pada tahun 2000. ” Saya adalah pendukung transplantasi jantung yang berbasis,” katanya kepada The Sun.

Namun sayangnya transplantasi membutuhkan orang lain untuk mati terlebih dahulu agar orang lain dapat menerima donornya.

“Saya pikir dalam sepuluh tahun kita tidak akan melihat lagi transplantasi jantung, kecuali orang dengan kerusakan jantung bawaan, dimana hanya akan terjadi jantung baru.”

Menurutnya, “kombinasi pompa jantung dan sel induk berpotensi menjadi akternatif yang baik  yang akan bisa membantu lebih banyak orang.”

Di Inggris setiap tahunnya terjadi hingga 200 transplantasi hal ini berdasarkan data dari statistik kesehatan resmi.

Proses transplantasi bukanlah hal yang singkat, pasien yang dianggap cocok untuk dioperasi biasanya terlebih dahulu masuk dalam daftar tunggu yang merupakan antrean untuk tindakan transplantasi. Merek aakan menunggu berbulan-bulan bahka bertahun-tahun untuk mendapatkan donor yang sehat.

Transplantasi pertama kali dilakukan 50 tahun yang lalu di Cape Town yang dilakukan oleh Dr Christian Barnard terhadap pasiennya Louis Washansky.

Prosedur medis berupa transplantasi tersebut kemudian berhasil mendorong sebuah revolusi medis.

Namun, pasien transplantasi pertama, Washansky kemudian meninggal setelah sembilan hari pasca operasi. Ia diketahui mengalami pneumonia yang diduga disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menekan obat yang diberikannya.

Keberhasilan transplantasi terjadi pada upaya kedua yang dilakukan Barnard pada tahun 1968. Hal ini terbilang berhasil dikarenakan pasiennya waktu itu Philip Blaiberg berhasil bertahan dalam waktu 19 bulan pasca transplantasi.

Penulis: Riskiana
Editor: Romandhon

Komentar