Connect with us

Kesehatan

Transfusi Darah Dari Wanita Yang Pernah Hamil Mungkin Mematikan Bagi Pria

Published

on

Transfusi Darah Dari Wanita Yang Pernah Hamil Mungkin Mematikan Bagi Pria (Ilustrasi). Foto: DOk. NPR

NUSANTARANEWS.CO – Dilansir dari The Telegraph, sebuah penelitian baru menunjukkan adanya reaksi yang mungkin berakibat pada kematian jika seorang pasien pria menerima transfusi dari donor wanita yang sebelumnya pernah hamil.

Tentu kita akan bertanya-tanya, mengingat sepanjang pengetahuan kita transfusi dilakukan untuk menyelamatkan nyawa kita dari kehilangan darah. Mengapa kemudian transfusi juga memiliki kemungkinan berdampak pada kematian?

Dr. Rutger Middelburg dari Sanquin Research di Leiden beserta timnya sebagaimana penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association mengatakan, “Penerima (donor) pria yang menerima transfusi dari donor wanita yang pernah hamil memiliki peningkatan angka kematian yang dignifikan secara statistik dibandingkan dengan mereka yang menerima transfusi dari donor laki-laki atau dari donor wanita tanpa riwayat kehamilan.”

Adanya kemungkinan risiko kematian tersebut dikaitkan dengan pandangan bahwa mereka percaya angtibodi yang diperoleh wanita selama kehamilan yang berfungsi untuk melindungi ibu dan bayi dapat memicu reaksi pada pria yang bisa berakibat fatal.

Penyebab kematian yang paling umum adalah cedera paru akut akibat transfusi. Meskipun para ilmuan memperingatkan bahwa penelitian tersebut telah banyak dilakukan dan hasilnya menunjukkan hal yang serupa.

Lebih lanjut Middelburg menjelaskan bahwa penyebab lainnya sebagai alternatif bisa jadi terkait zat besi antara donor wanita hamil dan pria yang berbeda. Beberapa penelitian juga melaporkan perbedaan fisiologi sel darah merah antar jenis kelamin.

Di Inggris, sekitar dua juta transfusi diberikan setiap tahunnya dan penerima donor tidak diberi tahu muasall dari donor tersebut apakah pendonornya pria atau wanita. Hal ini tentu perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

Hal ini tentu menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi kita semua. Namun, adanya temuan semacam ini diharapkan akan membantu dalam mencari jalan keluar dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk itu.

Dalam penelitian yang dilakukan studi tersebut ada 101 kematian setelah transfusi dari donor yang pernah hamil dibandingkan dengan 80 setelah menerima darah dari donor laki-laki. Donor wanita yang tidak pernah hamil dikaitkan dengan hanya 78 kematian pria. Studi ini dikaitkan dengan rentang usia per 1.000 tahun.

Menanggapi temuan tersebut, Profesor Kevin McConway dari The Open University mengatakan bahwa temuan tersebut tidak menunjukkan peningkatan risiko yang besar. Dalam keterangannya ia mengatakan, “Ini adalah studi observasional dan selalu sulit untuk menentukan penyebab sebenarnya yang menyebabkan temuan dalam penelitian semacam itu.”

Menurutnya, banyak alasan lain yang menyebabkan kematian pada pasien dalam kondisi tertentu. Ia justru berpendapat bahwa pria yang menerima donor dari wanita yang pernah hamil ataupun dari seorang pria tidak ada hubungannya antara kematian dengan sumber donor.

Penulis: Riskiana
Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler