Connect with us

Mancanegara

Transaksi Roket Peluncur Granat Kuak Bisnis Senjata Korea Utara

Published

on

Roket peluncur granat (Rocket Propelled Grenade). (Foto: Brown Moses Blog)

NUSANTARANEWS.CO – Korea Utara tercatat sudah enam kali melakukan uji coba rudal balistik dan senjata nuklirnya yang secara eksplisit telah membawa dunia ke ambang Perang Dunia Ketiga. Program nuklir Korea Utara menuai kecaman keras dari Amerika Serikat dan PBB. Aksi-aksi provokasi dan pamer kekuatan alutsista digelar, krisis di Semenanjung Korea akhirnya menimbulkan beragam spekulasi tentang perang.

Tak hanya rudal balistik, Pyongyang juga sempat melakukan uji coba bom hidrogen membuat Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara lain untuk bersatu menghentikan pendanaan untuk program senjata pembunuh massal Kim Jong-un.

Pyongyang bergeming. Mereka berdalih program rudal balistik dan senjata nuklir semata hanya untuk mempertahankan diri dari ancaman luar. Setelah itu, muncul beragam pertanyaan dari mana Korea Utara mendapatkan dana untuk membiayai program nuklirnya tersebut?

Daily Star memberitakan sebuah peristiwa yang berusaha menguak salah satu sumber pendanaan Korea Utara. Penyelidikan telah dimulai.

Seorang pengangkut senjata massal Jie Shun dilaporkan dicegat di perairan Mesir setelah berlayar menggunakan kapal berbendera Kamboja agar tidak dicurigai.

Loading...

Seorang agen khusus menemukan lebih dari 30.000 roket peluncur granat di atas kapal dan ditutupi sebuah terpal. Investigasi mengungkapkan, pembelian roket tersebut adalah orang Mesir dengan eksekutif bisnis kaya raya membayar jutaan dolar untuk mencoba menyembunyikan penjualan roket tersebut.

David Thompson, seorang analis senior dan penyelidik skema keuangan Korea Utara mengatakan, “Bahkan simpul ini benar-benar telah menyoroti cara bisnis licin Korea Utara digunakan untuk memfasilitasi aktivitas ilegal Korea Utara. Ini telah menjadi sarang yang membuat aktivitas terlarang ini begitu sulit dikenali,” kata Thompson dikutip Daily Star.

Penemuan dan kesimpulan tersebut lalu membuat para pejabat tinggi PBB percaya bahwa Korea Utara menjual senjatanya ke seluruh dunia untuk mendanai program misil nuklirnya.

Sementara itu, seorang pejabat Kedutaan Besar Mesir mengklaim telah bekerja sama dengan pejabat PBB dalam upaya menginvestigasi dan menemukan roket serta membantu mengahncurkannya. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler