Connect with us
polres bondowoso, purnawira polres bondowoso, wisuda purnawira polisi, polisi pensiun, kapolres bondowoso, akbp taufik herdiansyah zeinardi,l pedang pora, tradisi pedang pora

Lima ratus lebih JCH Bondowoso saat mendapat pembekalan dari Bupati Amin Said Husni di Pendapa Bupati Bondowoso. (Foto: Saphan/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Bondowoso – Upacara Wisuda Purnawira anggota Polres Bondowoso semester I Tahun 2018 mewarnai rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-72 Tahun 2018 di halaman Mapolres setempat, Rabu (11/7/2018). Upacara pelepasan sembilan anggota Polri yang purna tugas atau pensiun ini, dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi dengan tradisi pedang pora menuju gerbang keluar Mapolres.

Kapolres Taufik dan istri juga menyematkan kalungan medali kehormatan dan buket kepada sembilan anggota Polri yang purna tugas. Setelah itu, kesembilan wisudawan purnawira menaiki becak hias yang dikemudikan sejumlah pejabat Polres Bondowoso, tak terkecuali Kapolres Taufik. Becak hias yang mengangkut para wisudawan purwira mengitari halaman dan jalan raya depan Mapolres Bondowoso.

Kapolres Taufik mengatakan, upacara wisuda purnawira Polri dengan tradisi pedang ini merupaka salah satu bentuk penghargaan kepada personil Polri. Sekaligus, memberikan penghormatan atas jasa-jasanya selama berdinas di kepolisian. ”Saya selaku pimpinan menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjadi anggota Polri dalam memajukan Institusi Polri khususnya Polres Bondowoso. Ini juga memotivasi kita sebagai generasi penerus, bagaimana bisa berbuat yang terbaik bagi instasi Polri,” katanya.

Selain upacara wisuda purnawira sembilan anggota Polres Bondowoso, peringatan HUT Bhayangkjara ke-72 yang dihadiri Bupati Amin Said Husni, pejabat Forkopimda, pejabat Pemkab Bondowoso, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat menampilkan atraksi bela diri kolaborasi Polri dengan pesilat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) Bondowoso.

Dalam atraksi kolaborasi ini, Polri dan pesilat PSHT menghancurkan balok es balok, beton, tumpukan genting, dan besi menggunakan kekuatan tangan, kepala, dan kaki. Mereka juga menghancurkan besi menggunakan kain. Bahkan, Kabag Ops Polres Bondowoso, Kompol Faruk Mustafa dan istrinya melakukan aksi yang sama. Keduanya mematahkan tumpukan beton dengan tangan di hadapan para undangan dan anggota Polri.

Pewarta: Saphan
Editor: M Yahya Suprabana

Terpopuler