Tradisi Musik Lesung Ketika Ada Hajatan Tinggal Kenangan

NUSANTARANEWS.CO – Musik Lesung di sejumlah daerah di Indonesia menjadi potret semangat menumbuk padi tempoe dulu ketika ada hajatan.

Musik lesung menjadi penanda bahwa dengan daya kreatif masyarakat sejak dulu telah mampu membuat harmoni dari lesung. Sehingga tercipta alunan musik yang sangat riang, simbol harmoni kehidupan.

Betapa kebahagiaan itu sederhana. Sayang, lesung-lesung itu dikampung sudah sulit ditemukan. Kini hanya tinggal kenangan.

Munurut Wikipedia, lesung adalah alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras.

Fungsinya ialah untuk memisahkan kulit gabah (sekam, Jawa merang) dari beras secara mekanik. Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm.

Lesung sendiri sebenarnya hanya wadah cekung, biasanya dari kayu besar yang dibuang bagian dalamnya. Gabah yang akan diolah ditaruh di dalam lubang tersebut. Padi atau gabah lalu ditumbuk dengan alu, tongkat tebal dari kayu, berulang-ulang sampai beras terpisah dari sekam.

Menurut E. Boer (1995) lesung di Jawa biasa dibuat dari kayu embacang yang tua. Masyarakat Bali, Jawa Barat (Bandung), Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten dll dulunya pernah menggunakan alat ini. (red)

Editor: Achmad S.