Connect with us

Peristiwa

Tolak Izin Tambang, Beberapa Orang Datangi Kemenkumham

Published

on

Beberapa orang yang menghimpunkan diri sebagai Jaringan Advokasi Tambang datangi Kemenkumham (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO – Gedung Sekjen Kemenkumham di Jl. H.R Rasuna Said Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Januari 2018 didatangi beberapa orang yang menghimpunkan diri sebagai Jaringan Advokasi Tambang (Jatam).

Kordinator aksi Jatam, Melky Nahar mengaku aksi dilakukan untuk menolak upaya Kemenko Perekonomian dalam mengaktifkan kembali izin usaha Pertambangan Operasi Produk (IUP- OP) PT. Mikgro Metal Perdana yang ssbelumnya sudah dibatalkan oleh ESDM.

Mereka menilai adanya upaya Kemenko Perekonomian untuk mengaktifkan kembali tambang bijih besi PT. Mikgro Metal Perdana (MMP) di Pulau Bangka, Sulawesi Utara, merupakan bentuk pembangkangan atas putusan Pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht).

Hal ini terbukti dengan diadakannya pertemuan hari ini di Kemenkumham oleh Satgas Percepatan dan efektifitas pelaksanaan kebijakan ekonomi untuk membahas pengaktifan kembali izin usaha pertambangan (IUP) Opedasi produksi PT. MMP di Pulau Bangka.

Perjuangan warga menolak kehadiran tambang di pulau Bangka bukan tanpa alasan, menurutnya tambang bijih besi PT. MMP mengantongi konsesi seluas 2.000 hektar, mengapling nyaris setengah pulau Bangka yang hanya seluas 4.778 hektar.

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler