Berita UtamaHankamTerbaru

TNI Dampingi Sosialisasi Imunisasi dan Turun Tangan Bajak Sawah di Papua

TNI dampingi sosialisasi imunisasi dan turun tangan bajak sawah di Papua
TNI dampingi sosialisasi imunisasi dan turun tangan bajak sawah di Papua

Bareng Puskesmas Pirime, Satgas Yonmek 203/Arya Kemuning Sosialisasi Soal Imunisasi

NUSANTARANEWS.CO, Lanny Jaya – Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAN yang digelar oleh Dinas Kesehatan Pemkab Lanny Jaya, melibatkan beberapa aparat, salah satunya Yonmek 203/Arya Kemuning.

Dansatgas Yonmek 203/Arya Kemuning, Mayor Inf Achmad Zacky menjelaskan adanya BIAN merupakan bagian dari upaya pemberian imunisasi yang dilakukan secara terintegrasi.

“Kegiatan itu meliputi dua kegiatan, yaitu imunisasi berupa pemberian dosis imunisasi campak rubella secara masal, dan imunisasi berupa vaksin campak dan rubella,” ujar Dansatgas. Selasa, 23 Agustus 2022.

Sementara itu, Reymond Subunur menambahkan adanya sosialisasi sekaligus pelaksanaan adanya BIAN tersebut, diharapkan mampu mewujudkan anak-anak pegunungan tengah yang semakin sehat.

“Dan yang terpenting, terhindar dari adanya serangan penyakit,” ujar perwakilan Puskesmas Pirime ini. (Red)

 

Babinsa Turun Tangan Bajak Sawah Warga Pakai Traktor

NUSANTARANEWS.CO, Sarmi – Program ketahanan pangan nasional seakan menjadi perhatian langsung pihak Kodim 1712/Sarmi. Betapa tidak, sebelumnya Dandim Sarmi, Letkol Inf Emanuel Setyo Kristiawan telah menginstruksikan seluruh Babinsa untuk terjun langsung ke sawah.

Baca Juga:  Rusia dan Cina Kecam Pertemuan Informal Anti Iran DK PBB

Perintah itu, kini mulai dilakukan oleh seluruh Babinsa yang ada di wilayah teritorial Kodim Sarmi. Seperti adanya pembajakan lahan pertanian yang dilakukan oleh dua Babinsa di Koramil Bonggo pada Senin, 22 Agustus 2022.

Letkol Emanuel menjelaskan, adanya kegiatan yang dilakukan oleh dua Babinsa itu sudah menjadi kewajiban yang harus dijalankan. Lahan itu, kata Dandim, merupakan lahan milik salah satu petani yang berada di Kampung Tamar Sari.

“Pembajakan tanah itu dilakukan untuk mengubah sifat fisik tanah yang semula keras, supaya menjadi datar,” kata Dandim.

Bukan hanya kali ini saja, Dandim menegaskan jika pendampingan terhadap para petani di wilayah teritorialnya itu, akan terus berlangsung hingga terwujudnya peningkatkan ketahanan pangan.

“Itu merupakan program Pemerintah. Keberadaan kami, harus bisa mensukseskan program itu,” tandas Dandim. (Red)

Related Posts

1 of 18