Connect with us

Berita Utama

TNI AL Terima LST Ketiga Kelas Teluk Bintuni

Published

on

TNI AL terima LST ketiga Kelas Teluk Bintuni.

TNI AL terima LST ketiga Kelas Teluk Bintuni/Foto: TNI Angkatan Laut meresmikan LST KRI Teluk Youtefa (522) dalam sebuah upacara di pangkalan angkatan laut di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/7).

NUSANTARNAEWS.CO, Jakarta – TNI AL terima LST ketiga Kelas Teluk Bintuni. TNI Angkatan Laut kembali mendapatkan tambahan kapal perang baru jenis landing ship tank (LST) kelas Teluk Bintuni ketiga. Kapal LST sepanjang 120 meter yang diberi nama KRI Teluk Youtefa (522) tersebut diresmikan pada hari Senin (12/7) di pangkalan Angkatan Laut di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal buatan galangan kapal dalam negeri PT Daya Radar Utama (DRU) akan bergabung dengan KRI Teluk Bintuni yang ditugaskan pada Juni 2015 dan Teluk Lada yang mulai beroperasi pada Februari 2019.

KRI Teluk Youtefa adalah bagian dari kontrak untuk tiga kapal perang tambahan dari kelas yang sama pada Januari 2017 – dua LST lainnya KRI Teluk Palu (523) dan KRI Teluk Calang (524) yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi lanjutan dan diharapkan dapat memasuki layanan akhir tahun ini.

Kapal perang dengan 120 awak ini dapat melaju dengan kecepatan 16 knot dengan jangkauan 7.200 mil. Dengan bobot 4.508 ton, LST ini dapat mengangkut 10 tank tempur utama (MBT) Leopard, 1 unit panser 2 AVBL, 1 unit transporter, 2 unit helikopter dan 361 pasukan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono yang meresmikan KRI Teluk Youtefa (522) mengatakan bahwa, “Nama KRI Teluk Youtefa diambil dari sebuah nama Teluk yang berada di wilayah garis pantai kota Jayapura yang berada di dalam Teluk Yos Sudarso atau dikenal dengan juga sebagai Teluk Humboldt,” kata Yudo, Senin (12/7).

Baca Juga:  Pasca Banjir Bandang Di Paya Tumpi, Dirlantas Polda Aceh Bantu Bersihkan Rumah Warga

KRI Teluk Youtefa memiliki fungsi utama sebagai kapal angkut tank, juga dapat mengangkut alat-alat perang, logistik dan personel dari pangkalan awal ke daerah sasaran secara terbatas. (Banyu)

Loading...

Terpopuler