Connect with us

Puisi

Tirakat Padam Api dan Acropolis

Published

on

puisi, tirakat, padam api, acropolis, rofqil junior, nusantaranews, kumpulan puisi, puisi karya

Tirakat Padam Api dan Acropolis. (Foto: videohive)

Tirakat Padam Api dan Acropolis
Puisi karya Rifqil Junior

 

Tirakat Padam Api
-selamat ulang tahun bagi yang menunaikan!

sebelas debar lilin menggoyangkan pinggul
memisahkanku dari sengau gelap paling dahsyat
merobek langit langit kamar

semestinya ia memabakar ketakutan mengakar
sebelum kutiup hingga benar benar redup
biar tak kuhirup rindu dengan getar busuk

lagu langu senyap mengalir di kepala, indahnya
doa dengan sayap patah seketika terbang
ke angkasa
tempat segala resah berpusing sampai puing

sebelas debar lilin menggoyangkan pinggul
menatapku penuh api, di hadapanku
begitu dekat melebih detak
sedang angka almanak di jendela runtuh
satu persatu

kutiup pelan pelan hingga pada diriku
gigil sampai puncak

 

 

Acropolis

matahari setinggi pundak, kuil kuil
tiarap. sudutnya menusuk jantung
tidak satu pun sengau angin menggigilkan
selain lagu bertalu membasuh resah

puing hujan jatuh bersarang di kepala
sampai suntuk sampai mabuk
Athena yang sendirian, pulas di kasur
diredam dengkur terukur

nun jauh ke bawah, lapion pecah
mataku meraba temaram sendirian
sepanjang jalan pulang

bermalam di pengasingan,
salak anjing mencuci dingin
bintang terusik, pindah dari duduknya

yang diam tetap menawan
tatapan jatuh kehilangan ruh
;kuil kuil suci, seorang lelaki
beranjak menuju matahari

 

 

 

 

 

Penulis: Rofqil Junior adalah nama pena dari Moh Rofqil Bazikh. Lahir di pulau Giliyang Kecamatan Dungkek kab.Sumenep Madura pada 19 Mei 2002.Berdimisili di Gapura Timur Gapura Sumenep. Aktif di Kelas Puisi Bekasi dan Komunitas ASAP merupakan alumnus MA Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur Gapura Sumenep dan MTs Al-Hidayah Bancamara Giliyang. Tempatnya memulai berproses menulis. Essainya mendapat juara 1 dalam lomba Creative Student Day 2018. Puisinya mendapat juara 1 dalam lomba yang diadakan oleh PT Mandiri Jaya Surabaya sekaligus terangkum dalam antologi Surat Berdarah di Antara Gelas Retak (2019). Puisinya juga termaktub dalam antologi Dari Negeri Poci 9; Pesisiran (KKK;2019), Bulu Waktu (Sastra Reboan;2018), Banjarbaru Festival Literary (2019), Sua Raya (Malam Puisi Ponorogo; 2019), Dongeng Nusantara Dalam Puisi (2019). Saat ini sudah menulis puisi di berbagai media cetak dan online antara lain Suara Merdeka, Banjarmasin Post, Malang Post, Radar Malang, Radar Banyuwangi, Radar Cirebon, Radar Madura, Rakyat Sumbar, Radar Pagi, Kabar Madura, Takanta.id, Riau Pos, NusantaraNews.

Baca Juga:  Kemendagri Minta Maaf Salah Ketik Nama Kepanjangan KPK
Loading...

Terpopuler