Tim Kampanye Khofifah-Emil Laporkan Puti Guntur ke Panwaslu

cawagub jatim, puti guntur, tim khofifah-emil, panwaslu jatim, puti dilaporkan, puti langgaran aturan, aturan kampanye, pilgub jatim, cawagub gus ipul, calon wakil gubernur jatim, pagelaran rampak barong, rampak barong, pemkab trenggalek
Tim kampanye Khofifah-Emil melaporkan ke Panwaslu dugaan pelanggaran kampanye cawagub Jatim Puti Guntur. (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno diduga melakukan pelanggaran kampanye di Pilgub Jatim. Pasalnya, cucu bung Karno tersebut telah menghadiri kegiatan pagelaran Rampak Barong, Kamis (31/5) lalu yang digelar Pemkab Trenggalek dan Taruna Merah Putih di mana pagelaran tersebut telah memecahkan rekor MURI.

Tim kampanye Khofifah-Emil, Bambang Eko mengatakan bahwa rampak barong ini disebut ada kerja bareng antara Taruna Merah Putih dengan Pemkab Trenggalek.”Kalau kerja bareng, pemahaman kami maupun masyarakat secara umum adalah memang program dari Pemkab dan dibiayai oleh Pemkab, meskipun model biayanya bisa urunan atau patungan antara Pemkab dengan panitia Rampak Barong itu sendiri,” tutur Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (5/6/2018).

Namuni disisi lain lanjut Bambang acara ini dihadiri oleh calon wakil gubernur nomor urut dua Puti Guntur Soekarno. Selain itu, seluruh peserta Rampak Barong ini diberi kostum kaos bergambar pasangan calon nomor urut dua.

“Kami selaku tim Kofifah-Emil ingin menyampaikan pengaduan hal ini apakah hal ini melanggar aturan Pilkada, aturan pemilu serentak atau kah tidak,” tutur politisi Partai Golkar ini.

Baca juga: Peserta Terkesan Tak Hormati Bulan Puasa, Ulama Trenggalek Sesalkan Acara Rampak Barong di Bulan Ramadhan

“Pengaduan atas nama tim kita sampaikan per hari ini, Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 16.00 WIB dan telah diterima oleh staf sekretariat Panwaslu Kabupaten. Tentunya kami akan terus mengawal pengaduan ini dan akan terus kami sampaikan perkembangannya kepada tim di Jatim,” tegas Bambang Sutarjo lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pencapaian Museum Rekor Indonesia (MURI), dalam pagelaran Rampak Barong beberapa hari lalu di Trenggalek yang diikuti oleh 2.797 peserta banyak menuai kecaman, terutama dari kalangan ulama dan kyai. Pasarnya acara tersebut digelar dalam bulan suci ramadhan, sehingga membuat ribuan orang tidak puasa.

Baca Juga:  Santri Serta Masyarakat Ponogo dan Madiun Doakan La Nyalla Jadi Gubernur Jatim

Kegiatan Rampak Barong yang dipusatkan di Stadion Menaksopal ini sontak menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir karena tersebar foto viral di media sosial peserta banyak yang tidak berpuasa. Bahkan mereka tidak canggung untuk makan, minum dan merokok di siang hari.

Selain disesalkan karena kurangnya menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Acara ini juga menjadi ajang kampanye Cawagub Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno.

Pengasuh Pondok Pesantren Ar Rosyidiyah Ngares, Trenggalek KH. Imron Rosjidi, menuturkan bahwa pagelaran barongan tersebut merupakan sebuah pelanggaran berat dan tidak sensitif terhadap perasaan umat Islam terlebih penyelenggara acara ini adalah Plt Bupati Trenggalek, Nur Arifin.

Pewarta: Setya N
Editor: Banyu Asqalani