Connect with us

Artikel

Tiga Paslon Gubernur Jatim, Siapa Calon Juaranya?

Published

on

Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama petani. Foto Tri Wahyudi/ NusantaraNews

Akhirnya, pasangan La Nyalla Mattalitti berpasangan dengan Anang Hermansyah. Pasangan ini kemudian menamai dirinya LANANG alais La Nyalla-Anang. La Nyalla ini sejak awal diusung Gerindra dan Anang diusung PAN. Perpaduan yang cukup menarik bila diadu dengan tokoh perempuan Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Emil Dardak dari partai yang diusung partai tengah dan partai bawah. Khofifah-EMil: KOPIPAHID. Sementara, Gus Syaifullah Yusuf dan Azwar Anas diusung partai atas atau pasangan SAPA.

Tiga pertarungan SAPA lawan KOPIPAHID berhadapan dengan LANANG

Syaifullah-Anas (SAPA) sesuai karakternya SAPA yang memang bisanya selalu menyapa siapapun, sejak awal sudah curi start karena sebagai wakil gubernur dan statusnya sebagai Bupati Banyuwangi. Metode yang dikembangkan adalah media darling yang mendongkrak popularitas dan menaikkan elektabilitas. SAPA ibarat buah semangka yang luarnya hijau dalamnya merah. Atau perpaduan PKB dan PDIP.

Bagaimana peluang SAPA? Ini memang pasangan paling siap. Namum masih berat karena elektabiltas sebagai petanaha masih 35-an persen. Artinya, dari awal curi start masih konstan bahkan cenderung turun karena didukung partai penguasa.

Khofifah-Emil Dardak (KOPIPAHID)

Khofifah memang pernah mengalami kepahitan karena kalah dalam dua kali Pilgub Jatim. Ibarat buah, pasangan KOPIPAHID adalah buah melon yang luar hijau dalam kuning kebiru-biruan. Dua kali kalah di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang mengalahkan tak lain adalah pasangan KARSA (Karwo-Sayaifullah).

Namun, pasangan KOPIPAHID ini punya dua keuntungan. Pertama, didukung Pakde Karwo dan dapat wakil dari Mataraman. Selain itu, posisi Khofifah sebagai Menteri Sosial (Mensos) membuat pasangan KOPIPAHID lebih percaya diri dan tentunya lebih siap bertarung. Elektabilitas Khofifah sampai hari ini di angka 32 persen. Artinya, selisiah pasangan KOPIPAHID-SAPA sangat tipis. Selain itu, kedua pasangan ini juga bakal bertarung habis-habisan di basis NU dan Tapal Kuda. Sementara di Mataraman KOPIPAHID jelas lebih diuntungkan.

Baca Juga:  Karang Taruna Jatim Dukung Cagub Peduli Pengentasan Kemiskinan

Lalu bagaimana nasib pasangan LANANG? Ibarat buah adalah pasangan ini buah naga, perpaduan merah dan biru jadi ungu.

Pasangan baru ini peluangnya juga lumayan karena pertarungan SAPA dan KOPIPAHID akan berdampak pada LANANG karena LANANG adalah tokoh baru yang belum pernah bertarung di Pilgub Jatim. Dan LANANG ini diusung partai non penguasa.

Perang SAPA dan KOPIPAHID berdampak pada LANANG. Dan peluangnya masih terbuka, asal strategi “devide at impera” bisa dikembangkan.

Selain itu, elektabilias LANANG juga sudah mendekati 30 persen. Artinya, perang tiga pasangan calon ini akan head to head dan menguras energi. Hanya faktor nasib yang akan menjadi penentu, di sampaing strategi dan faktor keberuntungan. Namun demikian, dalam politik selalu ada tsunami politik dan golden moment. Siapa yang kena tsunami akan kalah, dan siapa yang dapat golden moment dialah sang juaranya. Apakah buah semangka atau melon atau naga yang akan tampil? Yang pasti, buah naga lebih banyak manfaatnya dan lebih enak!

Penulis: M. Mufti Mubarok, Direktur Lembaga Survei Regional (LeSuRe)

Loading...

Terpopuler