Connect with us

Hankam

Tiga Brimob Tewas Oleh Senjata Serbu, Ini Spesifikasi AK-101

Published

on

Senjata AK-101 (Foto via Indomiliter)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Insiden baku tembak oleh sesama anggota Brimob yang menewaskan tiga rekannya di Blora Jawa Tengah, Selasa (10/10) akhirnya terkuak. Dimana pelaku pembunuhan yakni Bripka Bambang Tejo usai membunuh dua rekannya, kemudian memilih mengakhiri nyawanya sendiri. Dalam insiden baku tembak itu menggunakan senjata serbu jenis AK-101.

Berdasarkan spesifikasinya, AK-101 merupakan senapan serbu jenis terbaru dari seri Kalashnikov yang hanya dimiliki Brimob. AK-101 menggunakan peluru berkaliber 5.56 x 45 mm standar NATO.

Senapan serbu produksi Rusia ini merupakan senjata jenis baru. Dilansir dari Indomiliter, sebagai senjata jenis baru milik Brimob, maka dilakukan uji coba AK-101 di Central Scientific Research Institute Klimovsk, Moskow. Untuk mengetes daya tahannya, senapan dijatuhkan dari ketinggian 7 meter, yang biasanya cukup 3 meter

Setelah uji coba dirasa memuaskan, maka diputuskan untuk mengimpor AK-101 sebanyak 3.000 pucuk. Sementara untuk harga senapan serbu AK-101 per pucuknya dibandrol US$436,10.

Meski buatan Rusia, AK-101 ini memiliki cita rasa NATO, lantaran menggunakan amunisi NATO 5,56 x 45 mm. AK-101 merupakan popor dengan bahan polimer, popor senjata ini masih menggunakan popor pejal AK-74, tapi popor AK-101 dapat dilipat dipangkalnya ke arah kiri untuk memudahkan penggunanya saat masuk ke dalam kendaraan.

Baca:
Tiga Brimob Tewas, Diduga Saling Tembak Sesama Rekannya
Gagal Fokus, Brimob Tembak Mati Seorang Anggota TNI
Saling Tembak Sesama Brimob, Nasir Djamil Minta Kepolisian Tekankan Pembinaan
Insiden Penembakan Warga Deiyai Diduga ada Keterlibatan Sat Brimob

Sementara untuk magasin, mengikuti gaya AUG Steyr, AK-101 ditawarkan dengan magasin polimer tembus pandang, sehingga penembak bisa mengetahui jumlah sisa peluru yang tersisa. Namun kebanyakan yang digunakan adalah jenis magasin polimer biasa.

Adapaun sepesifikasi lengkap AK-101 adalah sebagai berikut; rilis perdana tahun 1994. Pola tembakan adalah single shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis. Berat Kosong mencapai 3,6 kg. Sedangkan berat isinya mencapai 4 kg. Panjang Popor terbuka 943 mm, sementara panjang Popor terlipat adalah 705 mm. Untuk jarak tembak efektif adalah 450 m.

Menanggapi tewasnya tiga anggota Brimob seusai baku tembak sesama rekannya, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengki Indarti angkat bicara. Menurut dia, atas peristiwa itu, kepolisian saat ini didesak untuk memperketat pengawasan penggunaan senjata oleh personelnya. (*)

Pewarta/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler