Connect with us

Berita Utama

Tiga Alasan Jokowi Hendak Reshuffle Pasca Pilkada DKI

Published

on

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto Andika/Nusantaranews
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto Richard Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Baru-baru ini, Sabtu (22/4/2017) lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan Kongres Ekonomi Umat 2017 di Hotel Grand Sahid, Jakarta sempat menyinggung akan adanya isu reshuffle jilid III. Menyimak hal itu, Pengamat Poltik UIN Jakarta Adi Prayitno menilai isu reshuffle bukanlah isapan jempol semata.

“Jika melihat pernyataan Jokowi saat menghadiri Forum Ekonomi Umat yang diselenggarakan MUI pada Sabtu lalu, sepertinya Jokowi akan melakukan resuffle jilid III,” kata dia saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (27/4/2017) di Jakarta.

Menurut dosen Fisipol ini, ada beberapa hal yang mengindikasikan mengapa Presiden Jokowi ingin melakukan pergantian menteri pasca Pilkada DKI tersebut. Pertama, Jokowi biasanya selalu melontarkan sinyal-sinyal sebelum melakukan reshuffle seperti yang terjadi sebelum reshuffle jilid II bahwa Jokowi akan “mengevaluasi kinerja menteri”.

“Jika melihat polanya, sinyal reshuffle jilid III terang benderang seiring pernyataan Jokowi dalam forum MUI tersebut,” ungkap Adi.

Sementara alasan yang kedua kata Adi, reshuffle III akan dilakukan untuk mencapai target pembangunan yang diinginkan Jokowi. “Dalam konteks ini,  pos menteri yang dispekulasikan akan direshuffle yakni menteri agraria dan tata ruang. Kinerja di sektor ini dianggap kurang maksimal,” sambungnya.

Loading...

Ketiga, reshuffle III sepertinya akan dilakukan juga untuk mengevaluasi loyalitas partai-partai koalisi pendukung pemerintah. Pos menteri yang dispekulasikan akan diresuffle adalah pos menteri yang dijabat oleh kader PAN dan PPP.

“Kedua partai ini dianggap tak loyal ke pemerintah karena beda pilihan dalam Pilkada Jakarta, terutama PAN yang terang-terangan bersebrangan. Sementara PPP nyaris tak punya posisi tawar apapun di pemerintah. Makanya rawan direshuffle menterinya,” terang Adi.

Baca Juga:  Benarkah Luhut Binsar Pandjaitan, Intel Partikelir Kreator Jokowi?

Pewarta: Romandhon
Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler