Connect with us

Politik

Tidak Relevan, Sufmi Dasco: Polisi Hendaknya Bebaskan Aktivis yang Ditahan

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad/Foto: Dok. Tribunnews
Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad/Foto: Dok. Tribunnews

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang baru diperingati baru-baru ini semestinya menjadi momentum bagi Polri untuk membebaskan para aktivis yang ditahan dengan tuduhan makar.

Menurutnya, penahanan mereka menjadi tidak relevan setelah aksi 2 Desember 2016 (212) terbukti dilakukan dengan damai tanpa ada satu insiden kecil pun, apalagi makar.

“Terlebih dari segi usia rata-rata mereka dapat dikatakan sudah uzur, sehingga kesehatan mereka bisa bermasalah di dalam rutan (rumah tahanan). Kalau sampai ada apa-apa dengan kesehatan mereka, yang repot ya polisi juga,” ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers, Jakarta, Minggu (11/12).

Politisi dari Partai Gerindra itu juga meminta, perlakuan terhadap para aktivis tersebut jangan dibeda-bedakan dengan perlakuan terhadap tersangka pelaku tindak pidana lain yang mendapatkan keistimewaan karena tidak satu hari pun ditahan.

“Jangan sampai masyarakat menganggap penegakan hukum hanya tajam terhadap orang-orang tertentu saja. Keberhasilan Polisi mengamankan aksi 411 dan 212 jangan sampai dinodai dengan tindakan penangkapan dan penahanan yang tidak perlu,” ujar Dasco.

Saat ini, lanjut Dasco, seharusnya semua pihak bisa cooling down dan tidak membuat panggung-panggung perseteruan politik yang baru.

“Khusus Sri Bintang Pamungkas, saya fikir sangat ironis. Beliau dulu yang memperjuangkan reformasi, dimana salah satu produknya adalah pemisahan Polri dari TNI. Jika saat ini beliau justru merasa direpresi oleh Polri, bisa saja masyarakat akan kembali menuntut agar Polri kembali digabungkan dengan TNI,” katanya menambahkan. (Deni)

Loading...

Terpopuler