Tidak Perlu Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban PKI

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu meminta maaf kepada keluarga korban khususnya keluarga eks anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) terkait dengan munculnya wacana Presiden Joko Widodo yang akan meminta maaf kepada keluarga korban peristiwa G30S/PKI.

Menurut Ryamizard, permintaan maaf kepada keluarga anggota PKI itu tidak masuk akal. Menurutnya, masa mereka yang berontak dan membunuh kita malah minta maaf. Itu sama saja saya dipukulin atau digebukin, terus saya minta maaf.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu selanjutnya menegaskan kepada seluruh anggota masyarakat untuk fokus membangun bangsa Indonesia agar semakin maju, jangan sampai kita stagnan terjebak pada masa lalu. Cukup jadikan pelajaran. Kaum penjajah yang menjarah dan membunuh bangsa kita saja enggak minta maaf. Jadi mari ikhlaskan, kita fokus ke depan.

Dalam konteks wacana rekonsiliasi Ryamizard mengibaratkan, bahwa proses rekonsiliasi antara negara dengan keluarga anggota PKI bagaikan sikap seorang anak terhadap orangtua. Meski orangtua melakukan kesalahan terhadap anak, namun tidak ada dendam. Rasa itu, katanya muncul karena kecintaan anak terhadap orangtuanya. “Jadi keluarga PKI ini sayang tidak sama Indonesia. Tidak perlulah simpan dendam, harus berpikir jernih, kalau dendam enggak pernah maju-maju, nanti masalah bertambah kompleks,” ujarnya.

Sebagai warga negara yang baik, kita seharusnya menatap masa depan untuk kesejahteraan, bukan malah mengungkit masa lalu. Menurutnya, di belahan dunia manapun pemberontakan pasti ditumpas dan menimbulkan korban. Jadi para aktivis tidak sepantasnya menyalahkan pemerintah atas kejadian G30S/PKI. (as/Diolah dari berbagai sumber)