Connect with us

Lintas Nusa

Tewasnya Warga Tegal Akibat Ditembak Oknum Polisi Terbongkar

Published

on

Penembakan (Ilustrasi/itimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Tegal – Adegan rekontruksi yang digelar di halaman Mapolres Tegal Kota, Kamis (12/10) lalu akhirnya berhasil membongkar kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Brigadir RE terhadap seorang warga.

Penembakan oleh oknum polisi ini mengakibat korban bernama Ragiman alias Warin merenggang nyawa setelah tertembus timah peluru milik Brigadir RE dari jarak 4 meter. Dalam reka ulang adegan yang disaksikan oleh para saksi, korban ditembak setelah memukul Brigadir RE.

Di lansir dari Radar Tegal, Senin (16/10/2017), mulanya saat rekonstruksi kejadian, lokasi sempat ramai. Sebab, selain pengacara korban dan tersangka serta tiga jaksa dari Kejari Tegal, hadir pula ratusan massa yang meneriaki pelaku penembakan.

Rekontruksi yang berlangsung selama 2 jam lebih itu sempat pindah dua kali lokasi. Pertama di dalam lobi Mapolres, namun tak kondusif akhirnya pindah ke halaman Mapolres Tegal Kota.

Saat di halaman Mapolres tepatnya di Jalan Pemuda Nomor 1, Kota Tegal penyidik meminta kepada para saksi maupun tersangka untuk merangkai soal adegan dan posisinya.

“Jangan mengarang-ngarang, kamu harus melakukan seperti saat kejadian,” ujar penyidik Aiptu Subianto.

Saat itu, para saksi memperagakan teman korban yang sebelumnya terjadi cekcok dengan teman tersangka. Melihat kejadian itu, korban dan tersangka berlari menghampiri keributan tersebut. Dalam adegan yang berhadap-hadapan antara korban dan pelaku, almarhum Ragiman sempat memukul muka pelaku.

Usai dijotos, oknum polisi itu kemudian langsung mengambil senpi yang disimpan dalam tas kecil yang digendongnya. Tanpa basa-basi, Brigadir RE langsung memuntahkan timah panas ke dada Warin hingga tembus dan melukai korban lainnya.

Jarak yang terlalu dekat, sekitar kurang lebih 4 meter itu menjadikan korban langsung meninggal di TKP. Sementara korban yang terluka langsung dirawat. “Setelah ditembak, korban tersungkur,” ungkap pelaku. Peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu di pelataran salah satu hotel di Kota Tegal.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tegal Depati Herlambang mengatakan bahwa keluarga korban yang kurang puas dengan adegan rekontruksi, harus bisa membantu jaksa saat di persidangan nanti.

“Itu hak pelaku mengelak, karena pelaku tidak disumpah. Berbeda dengan saksi, yang nantinya disumpah. Jadi, kami juga harus dibantu dengan para saksi yang kuat untuk bisa mengungkapnya,” jelasnya. (Gendon)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler