Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Imam Pambagyo berikan sambutan sekaligus buka Seminar TTI pada rangkaian kegiatan di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/10). Foto Istimewa/Kemendag
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Imam Pambagyo berikan sambutan sekaligus buka Seminar TTI pada rangkaian kegiatan di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/10). Foto Istimewa/Kemendag

NusantaraNews.co, Jakarta – Momentum perhelatan pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) dimanfaatkan untuk menyampaikan kebijakan yang memberikan kemudahan berusaha dan berinvestasi di Indonesia. Pada pelaksanaan TEI yang ke-32 kali ini Kementerian Perdagangan kembali menyelenggarakan seminar peningkatan ekspor Indonesia, yaitu Seminar Trade, Tourism, and Investment (TTI).

Seminar yang digelar di Ruang Nusantara 3, Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/10/2017) bertema “TTI: A Breakthrough to Improve Indonesia’s Profile in the World”. Kementerian/Lembaga dalam seminar ini mendapat kesempatan menyampaikan kebijakan yang menjadi terobosan.

“Seminar TTI tahun ini menjadi ajang Kementerian/Lembaga terkait sektor perekonomian untuk menyampaikan berbagai terobosan dalam kemudahan berusaha dan berinvestasi di Indonesia,” kata Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo saat membuka acara.

Kementerian dan Lembaga yang mengisi sesi Seminar TTI antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan KADIN Indonesia.

“Sebagai bagian dari satuan tugas percepatan dan efektivitas pelaksanaan kebijakan ekonomi, kami mempunyai tugas mengampanyekan dan mendiseminasikan kebijakan ekonomi yang baru. Oleh karena itu momen ini sangat tepat dan perlu dilaksanakan,” kata Iman.

Yang membuat Seminar TTI berbeda kali ini adalah penyampaian terobosan kebijakan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh setiap pimpinan Kementerian/Lembaga terkait. Para pimpinan akan didampingi anggota tim Kelompok Kerja (Pokja) dari masing-masing Satuan Tugas (Satgas) percepatan dan efektivitas pelaksanaan kebijakan ekonomi untuk membantu menjawab pertanyaan para peserta seminar.

Sekitar 500 peserta dari kalangan dunia usaha, buyer, eksportir, investor, akademisi dan organisasi, serta asosiasi hadir berdialog mengenai strategi peningkatan perdagangan, pariwisata, dan investasi Indonesia bersama para narasumber.

Seminar TTI adalah salah satu kegiatan TTI Forum, yang merupakan bagian dari TEI 2017. TTI Forum sendiri terdiri atas TTI Seminar, Regional Discussion, Business Counseling, Talkshow, dan Export Startup Competition.

Forum TTI yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2017, di ICE BSD, Tangerang juga didukung Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank). “Kolaborasi perdagangan, pariwisata, dan investasi akan menghasilkan kemajuan pembangunan ekonomi yang signifikan. Ketiganya saling terkait dan mendukung peningkatan satu sama lain dalam perekonomian,” tegas Iman.

Sementara itu, terkait paket kebijakan ekonomi untuk menyederhanakan perizinan dan waktu pengurusan izin, saat ini Kemendag telah memotong 49 perizinan dan sebanyak 98 perizinan dilakukan secara online. Dari 98 perizinan online tersebut, sebanyak 47 perizinan menggunakan tanda tangan digital. Penyederhanaan ini tentunya dapat meningkatkan persaingan usaha.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Komentar