Connect with us

Hukum

Terkait Perkara Setnov, KPK Diminta Jangan Ulur-ulur Waktu Lagi

Published

on

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan kembali penetapan Setya Novanto sebagai tersangka skandal korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Ini merupakan kedua kalinya KPK menjerat Setnov setelah kalah melalui praperadilan.

Untuk yang kedua kalinya ini, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti berharap KPK bertindak cepat memproses Setya Novanto.

“Saya pikir mereka harus cepat memprosesnya,” kata Ray di Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

KPK dimintanya untuk belajar dari kejadian sebelumnya di mana lembaga anti rasuah keok di praperadilan yang dimenangkan ketum Golkar yang akrab disapa Setnov itu.

Menurut Ray, KPK sebelumnya terlalu lama mengulur-ulur waktu dalam memproses Setnov, yang berarti sama halnya memberikan peluang terbuka bagi Ketua DPR RI itu melakukan perlawanan dan membela diri. Karuan saja, Setnov lolos dari jerat hukum.

“Tentu harus belajar dari kasus kemaren yang terlalu lama diproses yang akhirnya membuat Setya Novanto punya waktu untuk melakukan praperadilan,” papar Ray.

Dengan kembali menetapkan Setnov menjadi tersangka, apalagi dalam kasus yang sama, berarti KPK sudah sangat yakin bahwa pria yang sempat diduga terlibat kasus ‘Papa Minta Saham’ itu benar-benar telah melakukan tindak pidana korupsi.

Karenanya, KPK harus bertindak cepat dan tidak memperlambat proses hukum Setnov. Sebab, kalau waktu terus diulur-ulur, kara Ray, justru akan kembali memberikan kesempatan Ketum Golkar itu mencari-cari alasan dan mengelak dari jeratan hukum.

“Apalagi ini kan sudah penetapan kedua asumsinya sudah terpenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menetapkan karena penetapan pertama itu tidak sah itu asumsinya. Karena praperadilan itu kan tidak berhubungan dengan materi perkara itu hanya prosedurnya semestinya prosedurnya sudah mulai diperbaiki tentu ditambah dengan data baru yang mengarah ke penetapan saudara SN (Setya Novanto, -red) sebagai tersangka,” terang Ray. (red)

Baca Juga:  KPK Protes Bukti LHP BPK dari Pansus

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Terpopuler