Terjerat OTT, DPR Minta BPK Introspeksi Diri

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan, mengungkapkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus mengevaluasi para auditornya yang selama ini telah menjadi tulang punggung BPK.

Hal tersebut disampaikan Heri saat menanggapi kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK kepada dua orang auditor dari BPK dalam kasus dugaan suap opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) beberapa waktu lalu.

Dalam evaluasinya, Heri menuturkan, BPK bisa melakukan lima hal penting.

“Pertama, BPK harus terus meng-upgrade auditornya sehingga menjadi individu yang berani, memiliki komitmen dan konsistensi tinggi. Pintar saja tidak cukup agar tidak mudah digiring, didorong oleh tanda ‘terima kasih’,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

Kedua, lanjut Heri, BPK harus terus berjuang mengembalikan kepercayaan publik atas kinerja BPK yang dinilai banyak keanehan dan disinyalir lebih subjektif ketimbang objektif.

“Setelah kasus OTT ini, akan terus terjadi distrust atas BPK. Sebab itu, BPK harus berjuang mengembalikan trust publik dengan melakukan reformasi institusi secara total dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ketiga, Heri mengatakan, sebaiknya kepemimpinan di BPK tidak lagi orang-orang yang berlatar belakang Partai Politik ataupun punya hubungan historis dengan Partai Politik. “Ini penting untuk mengembalikan trust publik, yakni sesuatu terobosan yang tajam,” katanya tegas.

Keempat, Heri menambahkan, BPK harus terus bisa membangun sinergi dengan lembaga penegak hukum lain, terutama dalam hal temuan BPK yang nasibnya cenderung tidak jelas dan lewat jatuh tempo. “Ini juga sangat strategis dalam mengembalikan kepercayaan publik,” ujarnya.

Pewarta: DM/Rudi Niwarta
Editor: Romandhon