Connect with us

Hukum

Terjangkit Covid-19 Saat Rawat Inap Di RS Haji Surabaya, Dewan Jatim Sebut Manajemen Rumah sakit Teledor

Published

on

Terjangkit Covid-19 saat rawat inap di RS Haji Surabaya

Terjangkit Covid-19 saat rawat inap di RS Haji Surabaya, Dewan Jatim sebut manajemen rumah sakit teledor. Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husaini.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Terjangkit Covid-19 saat rawat inap di RS Haji Surabaya, Dewan Jatim sebut manajemen rumah sakit teledor. Meninggalnya salah satu warga Surabaya penderita sakit ginjal yang menjalani rawat inap di RS Haji Surabaya malah probable Covid-19 menjadi sorotan Dewan Jatim.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husaini mengatakan kasus yang menimpa pasien Mohammad Alif yang meninggal karena ginjal dan diduga probable Covid-19 adalah bentuk keteledoran Rumah Sakit Haji Surabaya.

“Manajemen rumah sakit harus bertanggungjawab. Seharusnya sewaktu masuk akan menjalani opname harus terlebih dahulu menjalani proses protokol Covid-19 terlebih dahulu. Baru kemudian dilakukan tindakan medis atas sakit yang dideritanya,”ungkap politisi PBB ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (13/8).

Pria asal Bangkalan Madura ini mengatakan tak hanya itu, dampak dari pelayanan dirumah sakit tersebut, pasien yang sakit ginjal dan tiba-tiba divonis probable Covid-19, bisa dikatakan RS Haji Surabaya menjadi klaster rumah sakit.

“Kalau ini tidak segera diperbaiki pihak RS Haji Surabaya, tentu masyarakat akan takut berobat kesana. Padahal orang pergi ke rumah sakit itu untuk berobat, bukan untuk menambah sakitnya,”ujarnya dengan nada tinggi.

Mathur memastikan pihaknya akan meminta gubernur Jatim Khofifah melakukan evaluasi kinerja manajemen rumah sakit Haji Surabaya atas keteledorannya. “Dalam waktu dekat, saya akan koordinasi dengan rekan-rekan sejawat di komisi E DPRD Jatim untuk melakukan pemanggilan terhadap manajemen. Ini jelas pelanggaran,” tandasnya.

Sekedar diketahui, warga Surabaya harus berhati-hati dalam memeriksakan sakitnya di RS Haji Surabaya. Pasalnya, di rumah sakit tersebut, saat menjalani rawat inap bukannya mengalami kesembuhan, malah mengalami probable Covid-19.

Baca Juga:  Caleg Terpilih DPRD Sumenep Dilantik 21 Agustus 2019

Hal ini dialami oleh warga Surabaya bernama Lilo Widiantoro (41) warga Pucang Surabaya. Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta tersebut harus merelakan anak nomor 1 satunya meninggal dunia karena diduga terpapar Covid-19 ketika menjalani rawat inap atau opname di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Menurut Lilo Widiantoro saat dikonfirmasi mengatakan semula anaknya yang bernama Mohammad Alif menjalani pemeriksaan di Rumah sakit Haji Surabaya karena didiagnosa oleh pihak dokter mengalami gangguan ginjal.

“Oleh pihak medis di rumah sakit, diminta untuk menjalani rawat inap di rumah sakit Haji Surabaya,” jelasnya di Surabaya, Kamis (14/8).

Selang beberapa hari menjalani perawatan, kata pria yang memiliki anak dua ini, oleh pihak medis disarankan untuk cuci darah karena ginjal yang dimiliki anaknya bermasalah berat.

“Dari keterangan dokter yang menangani diketahui kalau kedua ginjal anak saya sudah mengecil dan rusak sehingga harus cuci darah. Kemudian dilakukan cuci darah oleh pihak rumah sakit terhadap anak saya,” jelasnya.

Namun, setelah beberapa hari cuci darah, sambung Lilo, ternyata pasien mengalami koma.

“Sebelum koma, anak saya mengeluh sesak napas. Hingga akhirnya oleh pihak dokter dilakukan isolasi diruang khusus,”sambungnya.

Setelah dua hari mengalami koma, kata Lilo, pasien sempat sadar satu hari.” Hingga akhirnya ketika pukul 2 dini, Selasa (11/8) anak saya meninggal dunia,” ujarnya.

Yang menjadi persoalan pihak keluarga, kata Lilo, adalah pemberlakuan terhadap anaknya yang sudah meninggal dunia dengan dugaan Covid-19.

“Hasil swabnya belum muncul, namun sudah dikenakan prosedur Covid-19 dan pemakamannya langsung di bawa ke Keputih yang merupakan tempat pemakaman untuk pasien Covid-19. Ini yang kami sayangkan,” ungkapnya.

Senada dengan Lilo, juru bicara pihak keluarga, Hadi Santoso mengungkapkan pihaknya menyesalkan tindakan pihak rumah sakit yang sejak awal tak memberlakukan tes Covid-19 terhadap pasien.

Baca Juga:  Interpelasi Gubernur Khofifah Terus Menguat, Kusnadi: Hak Konstitusi Yang Harus Dihormati

“Dari keterangan dokter yang ada keponakan saya belum tentu Covid-19. Tapi oleh pihak manajemen rumah sakit Haji Surabaya sudah dinyatakan Covid-19 dengan proses pemakaman jenazah dengan prosedur Covid-19,” tuturnya. (Setya)

Loading...

Terpopuler