Connect with us

Rubrika

Tenun Mbojo dan Identitas Perempuan Bima

Published

on

Perempuan Suku Mbojo Tampak Tengah Menunun (Foto Istimewa)

Perempuan Suku Mbojo Tampak Tengah Menunun (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kain tenun Mbojo merupakan kain tenun khas dari suku Mbojo yang kini berada di daerah Bima, Nusa Tenggara Barat. Bagi masyarakat Mbojo tenunan adalah ciri yang sudah melekat dalam diri mereka. Khususnya kaum perempuan. Dimana tenun menjadi simbol keuletan seorang wanita suku Mbojo.

Bahkan memiliki ketrampilan tenun menjadi hal yang wajib bagi perempuan Mbojo. Sehingga, apabila ada seorang perempuan yang hendak menikah, pra syarat awal yang dibutuhkan, ia harus bisa menenun.

Sudah lazim terjadi bahwa sejak usia dini anak perempuan dibimbing dan dilatih menjadi penenun. Di masyarakat sekitar muncul istilah Loa Ro Tingi, dimana perempuan harus terampil dan memiliki jiwa seni.

Kekhasan serta keunikan inilah yang terus di rawat oleh suku Mbojo secara turun temurun. Dengan situasi ini, tanpa disadari kerajinan kain tenun Mbojo sampai saat ini eksis.

Sesuai ketentuan adat, setiap perempuan yang memasuki usia remaja harus terampil menenun agar mampu membuat pakaian dari hasil tenunnya sendiri.

Baca Juga:
Tenun Badui Go Internasional
Pacu Perajin, Kemenperin Gelar Lomba Desain Tenun di Sail Selat Karimata 2016

Peran perempuan di masyarakat suku Mbojo memiliki posisi strategis dan vital. Dengan keahlian menenun yang dimiliki perempuan-perempuan hebat di Bima ini menjadi salah satu tulang punggung kesejahteraan keluarga.

Perkembangdan dunia mode dewasa ini membawa angin segar bagi kerajinan tenun di tanah air. Termasuk kerajinan tenun karya perempuan Mbojo.

Jika sebelumnya tenun Mbojo hanya berkutat pada keperluan upacara adat, kini tenun Mbojo telah memiliki kegunaan yang lebih luas. Karakter yang khas serta kualitas kain tenun yang bagus membuat tenun Mbojo banyak digemari publik luas.

Tidak hanya di dalam negeri melainkan pula diminati di luar negeri. Tenun Mbojo merupakan satu diantara tenun khas Nusantara yang memiliki tingkat kreatifitas yang genius.

Pilihan warna dan simbol yang diterapkan dalam kain tenun Mbojo terbatas pada warna tertentu. Hal ini disesuaikan dengan makna yang ada di dalamnya. Kekhasan dari ini ini adalah menampilkan satu dari sekitar sembilan motif hias dalam satu lembar sarung atau pakaian.

Pewarta: Alya Karen
Editor: Romandhon

Advertisement

Terpopuler