Connect with us

Budaya / Seni

Telung Swara: Dari BCCF untuk Musik Nusantara

Published

on

Performance BCCF (Bumiayu Creative City Forum) divisi musik bawakan konset musik Telung Swara. Foto: Dok. BCCF

NusantaraNews.co, Bumiayu – Rabu Melagu kembali digelar oleh Leco Kedai Kopi, Rabu (15/11/2017). Acara dimeriahkan oleh BCCF (Bumiayu Creative City Forum) divisi musik dan beberapa musisi lokal Bumiayu.

Sebagaimana event musik pada umumnya, lagu demi lagu dibawakan oleh pengisi acara. Namun ada yang berbeda pada Rabu Melagu kali ini, BCCF Musik di bawah koordinasi Nugroho Agung Adhi Saputro, atau yang akrab dipanggil Koko, menawarkan konsep berbeda.

Adalah Telung Swara, konsep dengan tiga vokal berbeda. Maka dalam pementasan musik, ada suara yang terpecah, namun terkonsep. Telung Swara secara bahasa berarti tiga suara.

Telung Swara digawangi oleh Koko, Alul dan Ayub. Tiga musisi muda yang cukup familiar di Bumiayu.

Dalam kesempatan Rabu Melagu, ketiganya memecah suasana Bumiayu dengan vokal yang berbeda-beda. Dengan tetap mempertahankan ruh dari lagu-lagu yang dibawakan.

Menurut, Koko, Telung Swara digagas oleh Ayub Solikhin, dengan pertimbangan stagnasi pertunjukan musik. “Telung Swara adalah gebrakan baru. Dan di Bumiayu belum pernah ada yang seperti ini. Kami melakukannya untuk membuat terobosan dalam pementasan musik agar lebih menarik,” ujar penggemar Sheila on Seven tersebut.

Alunan musik yang menghangatkan suasana tidak berhenti sekalipun lampu sempat padam. Para penampil terus memainkan alunan musik hingga listrik nyala kembali. Malam semakin hangat oleh energi semangat dari semua pengunjung yang hadir.

Menurut salah satu vokalis, Alul, antusiasme penonton muncul karena kebaruan yang ditawarkan. “Dengan Telung Swara ini, kami mencoba memadukan harmoni meski dengan iringan sederhana. Masing-masing vokal punya karakter berbeda. Dan ini yang menjadikan pementasan kami disukai penonton,” lanjutnya.

Ke depannya Koko, Alul, dan Ayub akan mencoba mengembangkan konsep Telung Swara agar lebih mudah dinikmati, oleh orang yang awam musik sekalipun.

Baca Juga:  Terminal Bus Bumiayu Dikagetkan Peristiwa Seni Unik Ini

“Telung Swara akan kami coba untuk mengcover lagu-lagu klasik, lagu-lagu lawas yang sudah tidak banyak yang inget, hingga lagu-lagu daerah. Harapannya nanti akan mudah diterima masyarakat secara luas,” tambah Koko. (*)

Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler