Connect with us

Ekonomi

Tekan Angka TKI Ilegal, Disnaker Sumenep Gelar Pelatihan Meubelair di Kepulauan

Published

on

Pembukaan Pelatihan Mubelair atau ukir kayu di Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep. (Foto: danial Kafi/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Untuk meningkatkan keterampilan bagi masyarakat, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan meubelair dan ukir kayu tahun anggaran 2018 di Kepulauan Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Jumat (6/4/2018).

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep Mohammad Fadillah, kegiatan pelatihan meubelair atau ukir kayu sengaja dipusatkan di Pulau Arjasa untuk memberikan keterampilan bagi masyarakat di sana. Sehingga dengan keterampilan yang mereka miliki dapat bekerja dengan keterampilan serta dapat membuka usaha didaerahnya masing masing maka akan menambah kesejahteraannya. Hal tersebut dapat mengurangi angka pengangguran

“Saya rasa ini langkah konkrit pemerintah kabupaten memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat kepulauan,” terang Fadillah.

Lanjut Fadillah, langkah pemerintah daerah melaksanakan kegiatan pelatihan di kepulauan sebagai wujud keperdulian terhadap masyarakat kepulauan untuk meningkat keterampilan. Mengapa dipilih Arjasa sebagai tempat pelatihan, Fadillah mengaku di Arjasa merupakan kantong kantong (Tenaga Kerja Indonesia) TKI ilegal. Diharapkan dengan pelatihan tersebut mereka masyarakat Arjasa punya keterampilan serta dapat memiliki usaha baru. Maka hal tersebut akan menekan angka bertambahnya TKI ilegal.

“Selama ini pelatihan hanya di dipusatkan di daerah daratan saja. Akan tetapi tahun ini ada beberapa pelatihan memang dikhususkan ditempatkan di Kecamatan Kepulauan. Karena Kabupaten Sumenep terdapat beberapa Kecamatan Kepulauan salah satunya Arjasa,” ucap Mantan Kadis Perhubungan tersebut.

Loading...

Diketahui kegiatan tersebut dijadwalkan selama 10 hari mulai tanggal 5-14 April 2018 dengan diikuti oleh 20 peserta.

Pewarta: Danial Kafi
Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler