Connect with us

Hankam

Teheran Tidak Akan Melakukan Negosiasi Ulang Kesepakatan Nuklir

Published

on

Teheran Tidak Akan Melakukan Negosiasi Ulang

Teheran Tidak Akan Melakukan Negosiasi Ulang terkait kesepakatan nuklir. Uji coba rudal balistik Iran/Foto: Review.org

NUSANTARANEWS.CO – Teheran tidak akan melakukan negosiasi ulang terkait kesepakatan nuklir. Sejak keluar dari kesepakatan “nuklir Iran” pada mei 2018 lalu – Amerika Serikat (AS) semakin meningkatkan tekanan sanksi ekonomi terhadap Iran. Bukan itu saja, Presiden Trump bahkan memasukkan Pasukan Pengawal Revolusi Iran sebagai “organisasi teroris”.

Pada hari Senin, AS makin meningkatkan tekanannya dengan memasukkan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para panglima militer ke dalam daftar hitam, termasuk juga akan memberikan sanksi kepada Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif pada akhir pekan ini.

Teheran menentang sanksi itu pada hari Selasa, mengatakan bahwa sanksi baru AS terhadap Iran menunjukkan Washington “berbohong” tentang tawaran pembicaraan. “Pada saat yang sama ketika Anda menyerukan negosiasi Anda berusaha untuk memberi sanksi menteri luar negeri? Jelas bahwa Anda berbohong,” kata Presiden Hassan Rouhani.

Teheran pun bersikeras dan mengatakan tidak akan melakukan negosiasi ulang mengenai kesepakatan nuklir dengan syarat apa pun, kata Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Selasa dalam percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Tidak ada peluang untuk merundingkan kembali kesepakatan yang dibuat setelah dua tahun negosiasi,” kata Rouhani seperti dikutip dalam siaran pers yang dipublikasikan di situs web kepresidenan.

Menurut Rouhani, dengan meningkatkan tekanan sanksi, AS hanya menunjukkan keengganannya untuk menyelesaikan masalah.

Rouhani juga mengingatkan bahwa Teheran akan terus mengurangi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir, jika penandatangan kesepakatan lainnya gagal melindungi Iran dari sanksi Washington.

Seorang pejabat tinggi keamanan menegaskan bahwa Iran akan lebih banyak meninggalkan komitmen di bawah kesepakatan nuklir pada 7 Juli – menyusul pengumuman pada 8 Mei, di mana Iran menangguhkan dua kesepakan nuklir 2015 sembari memberi ultimatum pada Eropa, Cina dan Rusia dengan batas waktu dua bulan untuk membantu Iran melewati sanksi AS, terutama untuk menjual minyak, bila tidak, Iran akan meninggalkan dua komitmen lagi.

Baca Juga:  Peringati Hari Lahir Pancasila, Masyarakat Diminta Naikkan Bendera Merah-Putih Satu Tiang

“Pada 7 Juli, Iran akan mengambil langkah kedua untuk mengurangi komitmennya terhadap perjanjian nuklir,” kata Laksamana Muda Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Bagi negara-negara yang menafsirkan kesabaran Iran sebagai kelemahan – penembakan drone pengintai AS yang melanggar wilayah teritorial merupakan contoh nyata sikap Iran atas pelanggaran wilayah udara. Demikian pula sikap Iran terhadap upaya politik yang membatasi hak-hak rakyat Iran, tambahnya. (Banyu)

Loading...

Terpopuler