Berita UtamaEkonomiPolitikTerbaru

TC-36 CIRDAP dan Workshop Internasional Diharapkan Dapat Menjadi Arena Saling Belajar Membangun Desa

TC-36 CIRDAP dan Workshop Internasional Diharapkan Dapat Menjadi Arena Saling Belajar Membangun Desa
TC-36 CIRDAP dan Workshop Internasional diharapkan dapat menjadi arena saling belajar membangun desa.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berharap konferensi Technical Committee (TC) Centre on Integrated Rural Development for Asia and the Pacific (CIRDAP) ke-36 dan Workshop Internasional Tahun 2021 yang digelar di Indonesia, dapat menjadi sarana berbagi informasi antarnegara terkait pembangunan desa. Dengan menjadi tuan rumah gelaran tersebut, Indonesia dapat menyampaikan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam membangun desa. Begitu pula dengan langkah negara lain yang turut bergabung dalam CIRDAP.

“Kita bisa saling belajar dan bisa memberikan juga pengalaman kita karena Indonesia memiliki populasi keempat terbesar di dunia, dan desanya enggak main-main (jumlahnya) lebih dari 70 ribu,” ujar Mendagri usai membuka TC-36 CIRDAP dan Workshop Internasional Tahun 2021 yang digelar secara hybrid di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (3/11).

Di lain sisi, Mendagri mendukung sekaligus mengapresiasi keberadaan CIRDAP. Menurutnya, pembangunan desa merupakan bagian penting untuk mencegah terjadinya urbanisasi dan menciptakan pusat ekonomi baru di daerah. Langkah ini juga untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh daerah di Indonesia sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:  Viral 4 Warga Batu Curi Pohon Perhutani, Siadi: Kedepankan Restorative Justice

Mendagri menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam membangun desa. Misalnya, dengan menerbitkan regulasi khusus yang mengatur desa, yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dengan regulasi itu, entitas keberadaan desa lebih dikenal dan dihargai, sehingga kini program pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota berorientasi pada desa. Upaya lainnya, pemerintah telah membuat kementerian tersendiri yang spesifik mengurusi desa, yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Selain itu, pemerintah juga menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara langsung. Upaya ini dinilai dapat memperkuat demokrasi, karena kepala desa yang terpilih merupakan mereka yang didukung masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga berupaya membuat lapangan kerja baru di desa dan menjadikannya sebagai pusat ekonomi baru, sehingga bisa mencegah laju urbanisasi. Dengan berbagai kegiatan yang digelar di desa, masyarakat diharapkan dapat membangun daerahnya masing-masing. Terlebih, sejak 2015 pemerintah telah mengucurkan Dana Desa sebagai modal untuk membangun. “Dan kita lihat hasilnya luar biasa, jalan, bendungan, irigasi, desa wisata, ada program yang bottom up juga banyak sekali, dan itu menimbulkan iklim kompetitif antardesa,” terang Mendagri. (Red)

Baca Juga:  Saat Lantik Lima Perangkat Desa Kunti, Camat Bungkal Minta Peningkatan Layanan Bagi Masyarakat

Sumber; Puspen Kemendagri

Related Posts

1 of 3,049