Connect with us

Lintas Nusa

Tawuran Antar Genk Tewaskan 1 Orang, Polrestabes Surabaya Bekuk Tiga Pelaku

Published

on

Tawuran antar genk tewaskan 1 orang, Polrestabes Surabaya bekuk tiga pelaku.

Tawuran antar genk tewaskan 1 orang, Polrestabes Surabaya bekuk tiga pelaku.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Tawuran antar genk tewaskan 1 orang, Polrestabes Surabaya bekuk tiga pelaku. Unit Jatanras Polrestabes Surabaya mengamankan lima orang anggota genk remaja pelaku penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan korban tewas di kawasan Jalan Tembaan Surabaya. Jumat (27/11).

Dari lima orang tersebut, dua diantaranya tidak dilakukan penahanan karena anak di bawah umur. Sedangkan tiga orang lainnya yang diamankan antara lain berinisial AYH, RDC dan BLRA yang kesemuanya adalah warga Surabaya.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan kejadian tersebut bermula ketika adanya tawuran dari dua genk yang sering tawuran dibeberapa tempat di Surabaya.

“Mereka memanfaatkan lengahnya petugas yang saat ini tengah gencar-gencarnya penegakan Covid-19. Saat itu di Kawasan Tembaan mereka berkumpul dan mereka tawuran,”jelasnya di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (2/12).

Mantan Kapolsek Gubeng ini mengatakan dari peristiwa tersebut, pihaknya berharap peran orang tua agar mengingatkan anak-anaknya tidak melakukan tawuran.

Hartoyo mengimbau juga kepada para orang tua dari genk remaja yang terlibat tawuran tersebut untuk menyerahkan anak-anaknya yang terlibat tawuran untuk menyerahkan diri.

“Lebih baik diserahkan ke kami daripada dilakukan penangkapan. Kepada para pelaku anggota genk yang terlibat tawuran juga kami minta untuk menyerahkan diri karena saat ini anggota dilapangan sedang melakukan pengejaran terhadap para anggota genk yang terlibat tawuran,”jelasnya.

Sementara itu, dari penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya beberapa senjata tajam yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban, 2 unit handphone, dan 15 unit sepeda motor. Sedangkan untuk Pasal yang dijeratkan yaitu pasal berlapis. UU Perlindungan Anak pasal 80, UU KUHP Pasal 170 ayat 2, dan pasal 351. (setya)

Baca Juga:  Haidar Alwi Sebut Wacana Menghidupkan Kembali GBHN Sebagai Ide Bagus

Loading...

Terpopuler