Berita UtamaLintas NusaTerbaru

Tata Kelola Air, Jatim Bidik Kerjasama Dengan Belanda

Tata Kelola Air, Jatim Bidik Kerjasama Dengan Belanda
Tata kelola air, Jatim bidik kerjasama dengan Belanda.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Pemprov Jatim menggandeng kerajaan Belanda untuk mengatur tata kelola air di Jatim. Alasannya, kerajaan Belanda terkenal dengan pengelolaan air yang sangat baik.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan  salah satu yang bisa dilakukan kerjasama dalam manajemen air yaitu teknologi sistem irigasi sektor pertanian, perikanan dan perkebunan serta  membangun energi terbarukan menggunakan sumber daya air (hydro power). Ini penting dilakukan mengingat Provinsi Jawa Timur memiliki sumber daya air yang saat ini terkanalisasi dalam beberapa bendungan.

“Beberapa bulan lalu Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Pacitan dan Bendungan Bendo Ponorogo. Insya Allah dalam waktu dekat akan diresmikan Bendungan Tugu Trenggalek dan Bendungan Gongseng Bojonegoro. Potensi seperti ini bisa menjadi hydro power bagi energi terbarukan, perlu teknologi dan investasi untuk mengolahnya. Sehingga perlu kerjasama dengan pihak lain khususnya dengan Kerajaan Belanda terkait hal tersebut,” jelasnya, di Surabaya, Senin (29/11).

Baca Juga:  Angkatan Laut Rusia Buka Koridor Kemanusiaan Maritim untuk Ekspor Biji-bijian

Mantan Mensos ini mengatakan tak hanya teknologi untuk energi terbarukan melalui bendungan, kerjasama water management yang bisa dilakukan lainnya yaitu terkait pengolahan air yang siap dikonsumsi.

“Untuk membuat air bersih menjadi siap diminum membutuhkan teknologi. Apalagi sumber airnya dari sungai, masih terdapat zat polutan. Dengan demikian perlu teknologi mengubah air menjadi siap untuk diminum,” tuturnya.

Selain itu, Khofifah berharap adanya kerjasama dalam penanganan limbah (waste management). Penanganan limbah saat ini menjadi concern berbagai negara. Ada yang bisa dilakukan seperti mengolah sampah menjadi listrik, pupuk, dan sebagainya.

“Di Jatim ini ada beberapa tempat pemrosesan akhir (TPA) yang bisa dilakukan kerjasama terkait waste management di Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Jombang,” tandasnya. (setya)

Related Posts

1 of 2.914