Connect with us

Puisi

Tamasya Batin

Published

on

Dancing In The Sun

Jerat Sang Tirani, Hilang Tanpa Jejak. (Ilustrasi: Dancing In The Sun by Martin Capek/Fine Art America)

Tamasya Batin
Oleh: Rofqil Junior

dari selat menukik cemas,
kumasuki diriku lewat tebing-tebing menjulang setengah gigil
di sudut yang hakiki sesorang menirapkan rukam
aku memandangi tubuhku sepanjang aliran sungai itu
sedang dari jendela anak-anak angin membawa kabar kekekalan
“jika tubuhku menolok pantulan wajah yang telanjur berkerikil
barangkali kuharus memilih perjalana dan berpulang sebelum ke hilir”
ucapku dengan tangan bertangkup di kepala

sepanjang jalan berkelok rukam itu meriap bergoyang-goyang disapu udara
;dalam batinku
dan seseorang lebih memilih memandang ke luar pintu bersama gugusan bintang
yang lelah setiap angka-angka almanak menggerutu.

tak ada kabar berletupan dari burung-burung yang melintas di atas kepala
dari itu di depan cermin di sudut yang jauh kubetulkan letak dasi
dan membiarkan di luar orang-orang bermain dengan debu kopiahnya
:tanpa kuhalangi satu-per satu

kumasuki diriku,
dari pintu terakhir yang aku miliki
lalu perlahan kuinjak kerikil-kerikil yang jatuh dari kaki ababil
tanpa sadar kemarung itu lebih tajam dari yang kukira
lantas, bagaimana kuharus halangi orang-orang yang bermain dengan
potongan bulan?
sedang dalam diriku samudera dengan lecut ombaknya mengaburkan
sepasang keceriaan

Loading...

dan ada yang lebih kuperhatikan
;aliran sungai dalam batinku yang menemani setiap pelancong
meninggalkan jejaknya

sekali lagi kupandangi diriku, begitu lusuh pada kecemasan sepasang sepatu
lalu kupacu do’a-do’a dalam larik sebatang puisi.

Gapura, 13-Oktober-2018

 

Rofqil Junior adalah nama pena dari Moh. Rofqil Bazikh, salah satu siswa MA. Nasy’atul Muta’allimin kelas akhir prodi Agama. Lahir di pulau kecil bernama Giliyang pada tahun 2002, dan merupakan alumnus MTs. Al-Hidayah, Bancamara. Ia juga pendukung garis keras FC. Barcelona. Sekarang, berdomisili di PP. Nasy’atul Muta’allimin, Gapura Timur, Gapura Sumenep.

Baca Juga:  Lautan Cinta, Telagaku Menimbun Darah Amis - Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim
Loading...

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Terpopuler