Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Taliban Deklarasikan Berakhirnya Perang 20 Tahun di Afghanistan

Taliban Deklarasikan Berakhirnya Perang 20 Tahun di Afghanistan
Taliban deklarasikan berakhirnya perang 20 tahun di Afghanistan/Foto: Taliban yang menguasai Istana Kepresidenan di Kabul pada hari Minggu (15/8)/Sputnik News

NUSANTARANEWS.CO, Kabul – Taliban dengan cepat memasuki Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Minggu (15/8). Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, kemudian dilaporkan melarikan diri dari negara itu menuju ke Tajikistan. Ghani dilaporkan melarikan diri dengan dalih untuk menghindari pertumpahan darah.

Padahal hanya beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada hari Rabu (11/8), Ghani terbang ke Mazar-i-Sharif, ditemani oleh Abdul Rashid Dostum yang konon siap melakukan perlawanan akhir melawan Taliban dengan panglima perang lain Atta Muhammad Noor.

Sepeninggal Ghani, kekacauan terjadi di Kabul, puluhan ribu penduduk dilaporkan melarikan diri dari kota Kabul – demikian pula dengan para personel kedutaan Koalisi yang dibantu oleh pasukan yang baru dikerahkan dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang dikirim ke Afghanistan.

Taliban yang telah menguasai Istana Kepresidenan di Kabul serta menguasai stasiun televisi pemerintah telah meminta warga untuk tetap tenang. Juru bicara kantor politik Taliban, Mohammad Naeem menyatakan bahwa perang di Afghanistan telah berakhir.

Baca Juga:  Tinjau Lokasi Bencana di Cianjur, Mendagri Tekankan Pentingnya Pendataan dan Rekonstruksi Secara Cepat

Taliban mendeklarasikan bahwa mereka telah mengakhiri perang yang telah meletus selama 20 tahun di Afghanistan. Sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, Naeem menyampaikan bahwa Taliban siap berdialog dengan semua tokoh Afghanistan dan akan menjamin perlindungan bagi mereka.

Juru bicara Taliban tersebut juga mengatakan bahwa tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan tanah Afghanistan untuk menargetkan siapa pun dan menegaskan bahwa Taliban tidak ingin menyakiti orang lain.

“Kami telah mencapai apa yang kami cari, yaitu kebebasan negara kami dan kemerdekaan rakyat kami,” tambahnya.

Juru bicara juga menyampakan bahwa semua kedutaan dan misi diplomatik asing aman di Kabul, dan meminta semua orang di kota untuk tetap dalam kepercayaan penuh.

Seperti diketahui, ketika Taliban mengklaim telah menguasai atas ibukota Afghanistan, beberapa negara langsung mengevakuasi personel diplomatiknya dan menciptakan kerumunan orang yang berbondong-bondong ke bandara Kabul dalam upaya untuk meninggalkan Afghanistan.

Di tengah situasi sulit tersebut, Kepala Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah bersama dengan mantan Presiden Harmid Karzai dan pemimpin Hizbut Tahrir Islami Gulbuddin Hekmatyar saat ini sedang dalam negosiasi dengan Taliban mengenai transfer kekuasaan resmi. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 3,054