Connect with us

Politik

Tak Pernah Berjuang untuk Rakyat, Parpol Ini Diminta Stop Menghina Tokoh-tokoh Bangsa

Published

on

partai solidaritas indonesia, psi, psi gaduh, pencitraan psi, partai sosialis, anak muda psi, hina tokoh bangsa, psi hina tokoh nasional, politik gaduh psi

Soeharto vs PSI. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia dinilai merupakan sekelompok orang yang sengaja hendak menimbulkan kegaduhan lewat cuitan di media sosial. Anak-anak muda PSI diminta untuk belajar lebih dalam ilmu politik tanpa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang justru menunjukkan kebodohannya.

Ngerti apa sih PSI soal komitmen kebangsaan kerakyatan? Lha wong berjuang bela rakyat yang digusur, petani yang dizalimi perusahaan besar, pedagang kaki lima yang tak bisa cari nafkah karena lahannya dipakai jadi mal dan lain sebagainya saja tak pernah, kok seakan paling hebat dan pro rakyat di republik ini? Plis deh ngaca dulu sebelum menunjuk orang lain,” kata jejaring aktivis mahasiswa gerakan reformasi 98, Ricky Tamba melalui pesan singkat, Selasa (5/6/2018).

Baca juga: Ternyata Logo PSI Sama dengan Sosialis Internasional

Sebelumnya parpol besutan mantan pembawa acara berita Grace Natalie ini mengunggah sebuah vlog berisikan hinaan terhadap Presiden Soeharto, khususnya terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di era Orde Baru (Orba).

Ricky mengecam keras gaya politik parpol yang memiliki simbol mirip dengan lambang Sosialis Internasional, yang kerap mengejek para tokoh bangsa, khususnya Presiden Soeharto.

Tak hanya kali ini saja, parpol yang menggunakan simbol tangan terkepal menggenggam bunga mawar ini juga pernah menyerang ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal pidato Indonesia Bubar 2030. Partai ini tercatat juga pernah membuat Rusia marah lantaran menuduh Presiden Vladimir Putin sebagai seorang diktator.

“Terlepas kekurangannya, Pak Harto telah meletakkan pondasi pembangunan ekonomi pasca berakhirnya era revolusi kemerdekaan Bung Karno. Juga di era reformasi, tiap presiden pasti punya kelebihan dan kekurangan, tapi tak perlu sampai alay lebay mendekonstruksi zaman old, sementara problem zaman now malah dicuekin PSI yang mengklaim dirinya cerdas, bersih dan milenials. Berani nggak kritisi liberalisasi impor pangan, Perpres TKA, angka pengangguran yang meningkat, harga sembako yang tinggi, ribuan triliun hutang Indonesia dan segudang masalah lainnya?,” beber Ricky lagi.

Baca Juga:  PSI Sanggah Pernah Nyatakan Dukungan Kepada Pasangan Gus Ipul-Puti

Baca juga: PSI Dinilai Ciptakan Tradisi Politik Baru

Oleh karena itu, dia menyarankan agar personel-personel PSI untuk belajar lebih dalam ilmu politik yang benar dan meraih simpati rakyat dengan cara yang santun dan elegan tanpa menjelekkan pihak lain. Apalagi partai ini hanya mengandalkan pencitraan di media sosial dan memanfaatkan polemik sebagai upaya pencitraan dirinya di mata publik supaya mendapat sorotan media dan tokoh-tokoh nasional.

Lebih lanjut Ricky meminta keluarga Cendana dapat menanggapi dengan santai dan bijaksana sebagai bentuk kenegarawanan. Termasuk juga para pengagum Pak Harto dan pendukung Cendana dihimbau tak perlu reaktif hingga melakukan aksi demonstrasi dan upaya hukum yang mengganggu kekhusyukan ibadah puasa Ramadan

“Kami lebih paham soal Orba, terdepan lawan otoritarianisme dan merasakan ditangkapi, digebuki hingga dipenjarakan. Kini Reformasi 1998 lahirkan kebebasan berdemokrasi dan berpendapat walau masih prosedural semu. Kalau ada tuduhan pelanggaran HAM, PSI harusnya ke Istana Negara lagi dan lantang gagah berani desak Presiden Jokowi segera tuntaskan sesuai kewenangannya. Mikul nduwur mendem jero, stop berpolitik gaduh, PSI jangan sok hebat!,” tukasnya. (red/nn)

Editor: Banyu Asqalani

Terpopuler