Connect with us

Berita Utama

Tak Jera Esemka Mangkrak, Jokowi Malah Sebut Motor Royal Enfield Produk Dalam Negeri

Published

on

Presiden Jokowi saat menerima motor kreasi anak bangsa di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/1). (Foto: BPMI) Presiden Jokowi saat menerima motor kreasi anak bangsa di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/1). (Foto: BPMI)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo diketahui membeli sebuah sepeda motor Royal Enfield Bullet 350cc bergaya chopper yang merupakan hasil modifikasi Chopperland dari bengkel Elders Garage.

Dan diketahui, Jokowi membelinya seharga Rp 140 juta dari Rp 150 juta yang ditawarkan.

Kedatangan motor tersebut diterima langsung oleh Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (21/1) kemarin.

Disebutkan, tidak hanya sekadar membeli, tetapi kepala negara juga berupaya mendorong produk lokal agar memiliki brand value yang lebih baik.

Politisi Partai Demokrat Roy Suryo ikut menyoroti pembelian motor modifikasi tersebut yang ramai diperbicangkan di media sosial dan sejumlah media massa nasional.

Loading...

Namun bagi Roy, ada yang kurang pas dengan statemen produk lokal yang disematkan kepada motor bergaya chopper tersebut. “Saya hanya merasa ada yang kurang pas dengan statemen produk lokal untuk motor (Inggris) Royal Enfield 140 juta,” ujar Rot melalui pesan yang diterima NusantaraNews, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Dalam kesempatan di Istana Bogor kemarin, Jokowi bahkan tak segan menyebut bahwa dirinya senang dengan keberadaan produk lokal dan produk karya anak-anak bangsa untuk meningkatkan brand value.

“Saya membeli produk karya anak-anak bangsa untuk meningkatkan brand value. Bukan kali ini saja saya dorong produk lokal, seperti Sejiwa Kopi di Bandung, Toko Kopi Tuku di Jakarta dan Aming Coffee di Pontianak,” ucap Presiden kepada Biro Pers.

Eks Wali Kota Surakarta (Solo) ini kemudian menyebut besarnya potensi pasar produk lokal tersebut dan dapat diekspor ke luar negeri seperti Malaysia, Thailand dan Filipina.

Kasus ini tampaknya nyaris mirip dengan kasus mobil Esemka yang menjadi merek (brand) pencitraan Jokowi di masa kampanye Pilpres 2014 silam. Namun sayang, setelah hampir empat tahun memimpin, Jokowi berkilah bahwa eksistensi mobil Esemka terbentur berbagai persoalan setelah produksi sampai akhirnya publik hanya diminta untuk terus menunggu.

Baca Juga:  Kunjungan Raja Salman Adalah Momentum Penting Peningkatan Kerja Sama Ekonomi

“Motor 140 juta Presiden Jokowi sebenarnya hanya modif Royal Enfield motor Inggris, bangga. Produk dalam negerinya mana?,” tukas Roy yang juga diketahui pencinta kendaraan-kendaraan kuno.

Seperti diketahui, Roy Suryo merupakan anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI).

Sekadar tambahan, Royal Enfield adalah motor Inggris yang sekarang diproduksi di India. Adapun yang dibuat oleh builder Indonesia hanya customize di frame. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler