Connect with us

Featured

Tak Hanya Mengendalikan, Cina Berniat Invasi ASEAN

Published

on

Peta Laut China Selatan/Foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Dalam makalah singkatnya yang presentasikan di Universitas Pertahanan (Unhan), Direktur Eksekutif Center Institute of Strategic Studies (CISS) M. Dahrin La Ode mengungkap bahwa dengan membaca geopolitik Tiongkok saat ini, ada grand narasi besar yang tengah disusun Cina.

Dirinya menjelaskan, tak hanya ingin mengendalikan kawasan ASEAN, Cina juga tengah bersiap untuk melakukan invasi di kawasan ASEAN.

Mengutip “Leibensraum” dari Krl Houshofer yang mengajarkan perluasan ruang hidup atau “living space”, sesungguhnya sudah mulai dilakukan Cina di Laut Cina Selatan (LCS) yang menuju ke wilayah daratan negara-negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

Penulis buku “Etnis Cina Indonesia dalam Politik itu melanjutkan, penduduk Cina dewasa ini jumlahnya sudah mencapai kurang lebih 1,3 miliar jiwa. Dengan begitu dalam perspektif teori geopolitik Houshofer akan berebut makanan, air bersih dan tempat tinggal.

Ekspansi wilayah kecil kemungkinan ke arah utara, berhubung di arah Utara ada Mongolia dan Russia yang juga memiliki sikap politik ekspansionis.

“Untuk itu maka pilihan ekspansi ke arah wilayah Selatan dalam hal ini di wilayah ASEAN, menjadi pilihan yang tepat,” ungkap Dahrin.

Itulah sebabnya, kata Dahrin, maka peta Ten Dash Line dipertahanakan oleh pemerintah Cina dengan kata kalau wilayah LCS yang masuk dalam peta itu benar akan diinvasi, tentu akan dibuat dalam peta dengan menggunakan garis penuh.

Alasan lain karena wilayah ASEAN adalah wilayah yang subur dan kaya sumber daya alam. “Dengan demikian orang Cina berharap ekspansi ke wilayah ASEAN mendapatkan kecukupan makanan, air bersih, dan tempat tinggal dalam makna geopolitik Houshofer,” tegasnya.

Editor: Romandhon

Baca Juga:  Narkoba dan Korupsi adalah Subversif Terhadap Ketahanan Nasional

Loading...

Terpopuler