MancanegaraTerbaru

Tahun 2018, AS Kembali Kerahkan Ribuan Tentaranya ke Afghanistan

NUSANTARANEWS.CO – Komandan pasukan AS di Afghanistan Jenderal jihn Nicholson Jr mengkonfirmasi pada tahun 2018 akan ada lebih banyak tentara AS yang dikirim ke Afghanistan. Tak hanya tentara, AS juga akan menugaskan banyak penasehat militernya.

World News Daily melaporkan, AS juga akan mengirim pasukan tempur ke Afghanistan mengingat eskalasi ketegangan di Kabul semakin meningkat dengan semakin menguatnya gerakan militan Taliban yang masih bertahan sejak 16 tahun belakangan diburu AS dan pasukan koalisi.

Saat ini, sebanyak 1.000 penasehat militer AS yang sudah ditugaskan di Afghanistan. Mereka beroperasi bersama pasukan keamanan Afghanistan untuk memburu militan Taliban.

“Tahun depan (2018) akan meningkat drastis,” kata Nicholson.

AS diketahui telah menyusun strategi baru untuk melakukan operasi keamanan di Afghanistan. Nicholson mengatakan melibatkan lebih banyak penasehat militer akan lebih efektif untuk melakukan operasi keamanan bersama tentara Afghanistan.

Baca Juga:  Paranoia anti-Rusia, Norwegia Akuisisi Rudal Senilai US$ 500 Juta

“Tim brigade akan didukung pasukan tempur AS, tak hanya bertujuan melindungi tentara kami sendiri tetapi juga untuk mendukung pasukan Afghanistan,” katanya.

Nicholson mengungkapkan dua brigade tim tempur dari Duvisi Infanteri ke-4 akan dikirim ke Afghanistan dari Fort Carson (Colorado) pada awal tahun 2018. Sebanyak 6.000 pasukan akan ditugaskan di Afghanistan dalam rentang waktu 9 bulan dan akan bergabung dengan tim tempur lain dari infanteri ke-25 dan Airborne ke-82.

Saat ini, kata dia, sedikitnya ada 14.000 tentara As yang berada di Afghanistan, termasuk 3.000 pasukan yang dikerahkan pada September lalu.

“Pasukan kami akan berperang untuk meraih kemenangan, pemerintah telah menjamin itu. Pasukan ini adalah rakyat Amerika yang sangat pemberani. “Saya memastikan kepada anda bahwa mereka ini merupakan rakyat Amerika yang pemberani, akan difasilitasi peralatan untuk menyusun strategi agar misi ini bisa sukses,” kata Trump.

Langkah dan kebijakan tersebut telah disetujui Senat AS, sekaligus memberikan wewenang penuh kepada komandan militer di lapangan. Dan melalui wewenang yang dipegang Nicholson, ia telah memerintahkan penggunaan Mother of All Bombs (MOAB) untuk memerangi ISIS dan Taliban. (red)

Baca Juga:  Satpol PP Sumenep Himbau Masyarakat Tak Jual Rokok Ilegal, Hukuman Penjara Menanti

Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 11