Connect with us

Berita Utama

Tafsir Media Asing Soal Pilkada DKI Khawatirkan Sektor Investasi

Published

on

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong/Foto Andika / NUSANTARAnews
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong/Foto Richard Andika / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyesalkan pemberitaan media internasional tentang kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua pada Rabu, 19 April 2017 lalu dengan sudut pandang sebagai kemenangan muslim garis keras.

“Saya menolak cukup keras interpretasi media internasional bahwa kemenangan Pilkada merupakan kemenangan muslim garis keras,” ujar Tom di kantor BKPM, Jakarta, Rabu, 26 April 2017.

Tom khawatir pada dampak pemberitaan media-media asing soal Pilkada DKI Jakarta, bukan pada Pilkada DKI Jakarta itu sendiri. Sebab, banyak media asing yang menilai hasil Pilkada DKI Jakarta merupakan kemenangan bagi kelompok garis keras.

Sorotan negatif secara masif dari media-media asing terkait Pilkada DKI Jakarta menutup kenyataan bahwa Indonesia sedang menjalankan reformasi ekonomi, deregulasi, pembangunan infrastruktur yang jelas memberikan kemudahan bagi investor.

“Saya malah khawatir isu kelompok garis keras jadi alasan. Padahal faktor sebenarnya reformasi perekonomian, deregulasi, pembangunan infrastruktur yang menentukan. Jadi kita jangan berlebihan menyikapi perkembangan-perkembangan politik seputar Pilkada Jakarta,” ungkapnya.

Loading...

Justru Tom membantah pemberitaan-pemberitaan yang menyebut Pilkada DKI Jakarta merupakan pertanda menguatnya radikalisme di Indonesia. Ia menegaskan, demokrasi di Indonesia masih berjalan dengan baik, tidak ada gejolak serius di masyarakat. Situasi masih kondusif, baik untuk investasi.

“Saya mau bicara sedikit soal hasil Pilkada DKI Jakarta. Saya mau sampaikan bahwa saya menolak keras interpretasi bahwa Pilkada minggu lalu kemenangan garis keras. Memang kelompok tertentu memainkan peranan, tapi berlebihan kalau disebut kemenangan kelompok garis keras,” kata Tom.

Namun jika Pilkada DKI Jakarta di rujuk pada investas sebenarnya tak berdampak signifikan. Menurutnya, iklim investasi Indonesia tetap bergairah dan tak terpengaruh hasil Pilkada DKI Jakarta. “Dalam berbagai diskusi dengan investor dari berbagai negara, Pilkada tidak punya dampak signifikan pada investasi dan sentimen investor,” ucap Tom.

Baca Juga:  Renungan Isu Strategis Paska Pilkada DKI (Bag. 1)

Rupanya tak hanya media nasional yang memberitakan seputar Pilkada DKI Jakarta, media asing pun ikut menyorotinya. Wall Street Journal misalnya menafsir Pilkada DKI dengan judul “Hard Line Strain of Islam Gains Ground in Indonesia, World’s Largest Muslim Country“. Selain itu, USA Today yang menuliskan Pilkada DKI Jakarta dengan judul “Muslim Voters Oust Jakarta’s Christian Governor“, dan SBS Autralia yang berjudul “Jakarta Election: Radical Islam Tested If Ahok Wins“.

Pewarta: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler