Connect with us

Politik

Survei Median: Muhaimin Iskandar Penting Bagi Jokowi

Published

on

survei median, cak imin, cawapres jokowi, cak imin cawapres, politik identitas, jokowi anti islam, muhaimin iskandar, jokowi-cak imin, panglima santri, elektabilitas cak imin

Direktur riset Median, Sudarto dalam diskusi di sebuah kafe, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7). (Foto: Robiatul Adawiyah)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dianggap mampu membantu Joko Widodo mengadapi politik identitas yang tengah berkembang di tanah air, terutama menjelang Pemilihan Umum 2019.

“Dinamika sosial, khususnya identitas keagamaan, secara umum kita baca Jokowi hari ini relatif kecil elektabilitasnya kepada orang-orang Islam yang tergabung dalam politik,” kata direktur riset Median, Sudarto dalam diskusi di sebuah kafe, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Baca juga: Cak Imin: Bismillahirrihmanirrohim, PKB Dukung Jokowi pada Pilpres 2019

Sudarto mengatakan, selain masalah politik identitas, Jokowi dihadapkan dengan masalah ekonomi di masyarakat. Masalah itu menjadi penyebab elektabilitas Jokowi belum menembus 50 persen di beberapa lembaga survei.

Median juga melihat tren suara PKB menjelang Pilpres 2019 relatif stabil. Hal itu jadi salah satu keuntungan Jokowi jika memilih Cak Imin sebagai cawapresnya.

Loading...

“Menurut kami, ini yang jadi latar belakang mengapa Cak Imin menjadi penting bagi Pak Jokowi. Karena PKB jadi partai Islam terbesar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peneliti LIPI Lili Romli. Menurutnya, Jokowi harus mencari pendamping dari partai Islam untuk melawan stigma anti-Islam.

Baca juga: Cak Imin: Di Antara Tokoh Islam, Saya Tertinggi untuk Next Wapres

“Saya kira masalah politik identitas masih tinggi. Yang kedua, anggapan publik yang dibentuk sosmed (sosial media-red) bahwa Presiden Jokowi anti-Islam. Bagaimanapun, ketika mengusung cawapres, harus memperhatikan dua hal itu, mau tidak mau harus mencari cawapres yang berbasis partai Islam,” kata Lili.

Baca Juga:  Pengamat INDENIS Sebut Mahfud tak Cukup Modal Sosial dan Finansial Jadi Cawapres

Selain itu, Cak Imin dianggap sudah melakukan pergerakan untuk meningkatkan elektabilitas. Salah satu contohnya mengampanyekan ‘Join’ dan ‘Panglima Santri’.

“Muhaimin ini berhasil menyebarkan ‘Join’ (Jokowi-Cak Imin) dan ‘panglima santri’. Dampaknya meningkatkan elektabilitas PKB dan terdongkraknya elektabilias Cak Imin,” imbuhnya.

Pewarta: Robiatul Adawiyah
Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler