Connect with us

Politik

Survei Kompas Nyatakan Prabowo Melejit, Fadli: Prabowo-Sandi Menangkan Hati Masyarakat

Published

on

fadli zon, puisi, puisi fadli zon, arah baru, nusantaranews

Politikus Gerindra, Fadli Zon kembali merilis sebuah puisi berjudul Arah Baru yang bermuatan kritik yang dibacakannya pada acara Deklarasi GARBI DKI Jakarta, Minggu (3/3). (Foto: Instagram/Fadli Zon)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Waktu pemungutan suaran pemilihan umum (pemilu) 2019 sekamin dekat. Tidak kurang dari sebulan, rakyat Indonesia akan menentukan siapa kepala negara yang dipilihnya untuk memimpin Indonesia 2019-2014.

Hasil survei terbaru Litbang Kompas menyatakan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya selisih 11,8 persen.

Menurut Wakil ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, paslon nomor urut 02 mampu merebut hati dan pikiran masyarakat.

“Saya kira winning hearts and minds, Prabowo-Sandi itu memenangkan hati dan pikiran masyarakat,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Fadli menilai banyak janji calon petahan yang belum dituntaskan. Hal itu, kata dia, menjadi salah satu penyebab elektabilitas sang capres terus mengalami kenaikan.

“Petahana menjanjikan banyak hal, tetapi tidak deliver, tidak bisa sesuai dengan apa yang diucapkan atau dengan apa yang dijanjikan,” tutur Wakil Ketua DPR RI itu.

Fadli menyatakan, masyarakat butuh nakhoda baru. Sebab, lanjutnya, saat ini kondisi ekonomi negara makin tak menentu.

“Ini yang menurut saya membuat masyarakat tentu harus mencari nakhoda baru. Kecuali kalau ekonomi kita berhasil dengan baik, pertumbuhan kita baik lapangan pekerjaan mudah, tapi kenyataannya kan tidak demikian,” hemat Fadli.

Sekadar diketahui, hasil survie Litbang Kompas terbaru yang dirilis itu menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 49,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

Untuk margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (mys/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler