Connect with us

Politik

Survei Indikator Posisikan Elektabilitas Jokowi Masih Teratas

Published

on

Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Lembaga survei Indikator Politik Indonesia. Foto Restu Fadilah/ NusantaraNews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengatakan, pihaknya melakukan survei tentang elektabilitas sejumlah tokoh jika pemilihan presiden dilakukan sekarang ini. Hasilnya, Jokowi mendapatkan dukungan terbanyak selanjutnya Prabowo Subianto.

Dalam jawaban spontan, 34,2% responden memilih Jokowi, 11,5% responden milih Prabowo, 2,1% responden memilih Susilo Bambang Yudhyono (SBY), 1% responden memilih Hary Taniesudibjo, 0,7% responden memilih Gatot Nurmantyo, 0,5% responden memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, 0,5% responden memilih Agus Harimurti Yudhoyono, 0,5% responden memilih Anies Baswedan, 0,1% responden memilih Megawati Soekarno Putri, 0,1% responden memilih Mahfud MD, 0,1% responden memilih M Zainul Majdi, 0,1% responden memilih Habib Rizieq Shihab, 0,1% responden memilih Khofifah Indar Parawansa, 0,1% responden memilih Abdullah Gymnastiar, 0,1% responden memilih Ridwan Kamil, 0,1% responden memilih Surya Paloh, 0,1% responden memilih Tri Rismaharini, 0,1% responden memilih Saifullah Yusuf, 0,1% responden memilih Yusril Ihza Mahendra, 0,1% responden memilih Syahrul Yasin Limpo, lainnya 0,2% dan sisanya rahasia.

“Dalam bentuk pertanyaan semi terbuka, dukungan kepada Jokowi 47,3%, Prabowo 19%, SBY 3,7% dan nama-nama lain di bawah 3%,” tuturnya dalam dalam diskusi publik ‘Evaluasi Pemerintahan Jokowi-JK dan Efek Elektoralnya’ di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, (11/10/2017).

Kata Burhanuddin, dukungan terhadap Jokowi saat ini tidak berbeda dengan setahun lalu yakni pada Agustus 2016. Dimana, mantan Walikota Solo itu sempat menguat pada pertengahan 2016, tapi kembali melemah hingga beberapa bulan berikutnya, tetapi kemudian trennya terus menguat hingga saat ini.

“Meski dukungan Jokowi ini cenderung menguat, penambahan dukungan tersebut tidak meningkat ekstrim,” ucapnya.

Sedangkan dukungan terhadap Prabowo cenderung stagnan, dan perlu dicatat Prabowo belum melakukan kampanye sistematik sejak 2014 lalu. Artinya perolehan secara stabil dikisaran 31% tersebut menunjukan bahwa Prabowo memiliki basis pemilih loyal yang tak sedikit.

Baca Juga:  2 Capres Mesti Waspada, Elektabilitas Keduanya Berselisih Tipis

Sementara itu, diantara nama-nama yang dianggap paling pantas mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden, Ahok sedikit lebih unggul dibandingkan nama-nama lain seperti Gatot Nurmantyo, Ridwan Kamil, Sri Mulyani Indrawati, Tri Rismaharini, Tito Karnavian, Mahfud MD, Surya Paloh, Agus Martowardojo, Budi Gunawan, Puan Maharani, Chairul Tanjung, Muhaimin Iskandar, Luhut Binsar Pandjaitan, dan M.Romahurmuziy.

“Namun ketika dikerucutkan ke delapan nama bakal cawapres, dukungan terhadap Ahok tak bertambah. Gatot, Sri Mulyani, Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini relatif mendapat dukungan publik sebagai pendamping Jokowi,” ucapnya.

Tapi, pungkas Burhanuddin, diantara tiga nama tokoh, Gatot Nurmantyo dan Sri Mulyani lebih diunggulkan sebagai tokoh paling pantas mendampingi Jokowi sebagai Cawapres di 2019 mendatang.

Pewarta: Restu Fadilah
Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler