Politik

Sumpah Pemuda Cikal Bakal Indonesia Sebagai Bangsa

pro pancasila, survei lsi denny ja, lsi denny ja, pilpres 2019, anti pancasila, paham pancasila, nkri berpancasila, nkri bersyariah, nusantaranews
Sumpah Pemuda Cikal Bakal Indonesia Sebagai Bangsa. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Gerakan kebangsaan sesungguhnya merupakan upaya untuk membangkitkan kembali dan mengukuhkan semangat nasionalisme. Upaya tersebut harus benar-benar direalisasikan, baik melalui pendidikan formal di sekolah umum maupun di madrasah dan pesantren. Selama lebih satu abad Kebangkitan Nasional atau 109 tahun (1908 – 2019) pengakuan rakyat Indonesia atau masyarakat Indonesia atau warga negara Indonesia sebagai bangsa, dalam kenyataan semakin melemah.

Rasa kebangsaan dan semangat kebangsaan adalah nilai dasar yang melekat pada diri suatu bangsa. Akan tetapi nilai tersebut tidak dapat terbentuk dengan sendirinya atau terbentuk secara alami.

Sekelompok orang yang bermukim di satu tempat belum tentu dapat disebut bangsa. Misalnya rakyat Kerajaan Sriwijaya yang dikatakan menguasai seluruh wilayah Nusantara, belum dapat dikatakan bangsa Sriwijaya atau bangsa Nusantara. Demikian pula rakyat Majapahit kerajaan besar sesudah Sriwijaya yang juga dikatakan menguasai seluruh Nusantara belum juga dapat disebut bangsa Majapahit atau bangsa Nusantara.

Baca Juga:  Putra Peusangan Dilantik Sebagai Pj Bupati Bireuen

Akan tetapi ketika putra dan putri Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 mengikrarkan kesepakatan dengan mengaku bahwa mereka bertanah tumpah darah yang satu tanah Indonesia; berbangsa yang satu bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia; maka saat itulah lahir bangsa Indonesia. Mengapa kita yakin bahwa hari, bulan dan tahun tersebut menjadi saat kelahiran bangsa Indonesia?

Mengutip, Ernest Renan (Perancis), bangsa adalah sekelompok orang yang mempunyai kesamaan kehendak untuk bersatu (dalam bahasa Perancis disebut le desir d’etre ensemble). Para putra dan putri Indonesia yang menyatakan “mengaku bertanah tumpah darah yang satu, serta mengaku berbangsa yang satu” artinya “mewujudkan kehendak bersama dari sekelompok orang yang bermukim di satu wilayah menjadi satu bangsa”.

Sementara Otto Bauer (Jerman) menyatakan bahwa bangsa itu adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan adat istiadat, karakter atau jati diri yang menunjukkan ciri khas atau kekhasan bangsa tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh para putra dan putri Indonesia tersebut dengan pernyataan “menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia”. Bahasa adalah sarana komunikasi antar manusia dan dalam hal ini bahasa Indonesia adalah lingua franca atau bahasa komunikasi/perhubungan antar suku bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Plt Kadis Parbud Jembrana Dampingi Bupati Tamba Serahkan Bantuan Dana Hibah

Bahasa adalah sarana untuk mengekspresikan adat istiadat, budaya, dan karakter yang menjadi ciri khas bangsa. Dengan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia artinya para putera dan puteri Indonesia tersebut di samping mempunyai kehendak bersatu, juga ingin menunjukkan identitas bangsa Indonesia dengan bahasanya yang berfungsi pula menjadi perekat kebangsaan Indonesia.

Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa 28 Oktober 1928 adalah saat terbentuknya bangsa Indonesia. Oleh sebab itu sudah seharusnya bangsa Indonesia melakukan renungan untuk mawas diri dalam memperingati sumpah pemuda kali ini. (*)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3.060