Connect with us

Rubrika

Sumenep Jadi Tuan Rumah Lomba Merpati Balap Tingkat Nasional

Published

on

sumenep, tuan rumah lomba, merpati balap, tingkat nasional, nusantaranews

Merpati Balap. (Foto: M Mahdi/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) akan menggelar lomba merpati balap tingkat nasional tahun 2019.

Event besar itu merupakan serangkaian agenda Visit Sumenep 2019 yang rencananya akan digelar di lapangan Kalimook, Kecamatan Kalianget, Sumenep.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora Sumenep, Robi Firmansyah, menyampaikan event itu merupakan bentuk merawat dan pelestarian sebuah budaya madura.

Sedangkan menurut Robi, peserta dalam event ini merupakan penggemar merpati yang ada di seluruh indonesia. “Pesertanya dari berbagai belahan daerah karena event ini tingkat nasional,” jelasnya.

Penitia dalam kegiatan ini menyediakan total hadiah sampai Rp 50 juta untuk ketegori utama. “Nanti akan diambil yang terbaik dari 1-10 untuk mendapatkan hadiah hingga total Rp 50 juta,” pungkasnya.

Loading...

Baca juga: Visit Sumenep 2019, Pemkab Sumenep Gelar Event Sapi Tanggapan

Sementara itu, Ketua Pengda PPMBSI Provinsi Jawa Timur, Nurus Salam menyampaikan merpati balam sudah diakui sebagai budaya asli madura, hal itu sudah di sepakati oleh seluruh penggemar yang ada disejumlah daerah.

“Dalam Musyawarah Nasional (Munas) PPMBSI merpati balap sudah ditetapkan sebagai budaya asli Madura,” paparnya.

Merpati balap menjadi sebuah event yang cukup digemari oleh masyarakat, sehingga perlu untuk tetap dilestarikan.

“Selain produk budaya merpati balap juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal maupun orang-orang yang ada di luar Madura, semisal Sulawesi, Sumatra dan lainnya,” jelasnya.

Pihaknya bertekad akan menjadikan merpati balap mengakar terhadap lapisan masyarakat bawah.

“Kami sudah membentuk Struktur penggemar di kecamatan namanya koordinator lapangan, tingkat kabupaten namanya pengurus lokal (penglok), tingkat provinsi namanya pengurus daerah (pengda),” pungkasnya.

Baca Juga:  Kaum Perempuan Semakin Enggan Nikah dengah Lelaki Miskin

Pewarta: M Mahdi
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler