Connect with us

Gaya Hidup

Suara Ibu Lebih Efektif Dari Alarm untuk Membanunkan Anak

Published

on

Anak-anak tidur dengan teddy bearnya. (FOTO: shutterstock)

Anak-anak tidur dengan teddy bearnya. (FOTO: shutterstock)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Bangun pagi bagi anak-anak salah satu aktifitas yang “bisa dibilang” cukup menyebalkan. Apalagi kalau anak tersebut sudah terbilang malas bangun pagi. Sekeras apapun alarm berbering dan seberapa banyak dering alarm berulang ternyata seringkali gagal membuat anak bangkit dari tempat tidurnya.

Penelitian terbaru menyubutkan, ternyata suara seorang ibu lebih efektif untuk membangunkan seorang anak dari tidurnya di pagi hari dari pada suara alarm. Bahkan, penelitian itu juga menemukan, misal ada kebakaran, alarm peringatan kebakaran yang keras pun tak juga mampu membangunkan seorang anak kecuali suara ibu.

Baca Juga:

Dari penelitian tersebut, dinyatakan bahwa sesekali anak-anak memang mengalami kesulitan untuk bangun dari tempat tidur, apalagi selama situasi darurat.

Menukil Independent, seorang peneliti dari Nationwide Children’s Hospital di Columbus, Ohio memutuskan untuk menyelidiki apakah rekaman suara ibu akan lebih efektif untuk membangunkan anak yang sedang tidur daripada suara alarm peringatan kebakaran.

Penelitian ini, TIM membuat angket terhadap 176 anak-anak di sebuah pusat penelitian tidur di ibukota negara bagian, yang semuanya berusia antara lima dan 12 tahun. Mereka melakukan penelitian dengan menggunakan rekaman dari tiga “alarm suara” ibu pada masing-masing peserta yang tidur, di samping alarm standar.

Journal of Pediatrics melaporkan sebuah temuan penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang tidur sekitar tiga kali lebih mungkin untuk bangun dengan suara-suara ibu daripada suara alarm yang keras.

Para peneliti pun menemukan, anak-anak yang terbangun oleh suara ibu mereka langsung bangkit meninggalkan tempat tidurnya sekitar 18 hingga 28 detik, sementara mereka yang bangun karena suara alarm membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk meninggalkan tempat tidur.

Direktur Rumah Sakit Pusat Gangguan Tidur, Dr Mark Splaingard menilai anak-anak kalau tidur lebih sulit terbangun karena suara-suara. “Anak-anak sangat tahan terhadap kebangkitan dengan suara ketika tertidur,” kata Dr Mark dan rekan penulis studi tersebut.

“Kami dapat menemukan suara alarm yang mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan bagi banyak anak untuk bangun dan meninggalkan kamar tidur,” imbuhnya.

Sementara itu, Dr Gary Smith selaku penulis utama menyebutkan bahwa, penelitian ini mempertegas jika suara ibu lebih efektif membangunkan anak di pagi hari dari pada suara alarm.

“Penelitian ini menegaskan bahwa alarm suara ibu lebih baik daripada alarm nada nada tinggi tradisional untuk membangunkan anak-anak dan mendorong pelarian mereka,” kata Dr Gary.

Simak:

Saat melakukan penelitian, para peneliti mengeksplorasi apakah memasukkan nama pertama anak dalam alarm suara membuat perbedaan pada kemampuan mereka untuk bangun. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa menggunakan nama-nama pertama di alarm suara tidak membuat perbedaan yang signifikan. “Ini berarti satu alarm dapat bekerja untuk banyak anak yang tidur berdekatan satu sama lain di rumah,” kata Dr Smith.

Sumber: The Independent
Editor: M. Yahya Suprabana

Advertisement

Terpopuler