Connect with us

Hukum

Suap di Kemenpora, Gerindra: Perkuat Bukti Pemerintahan Jokowi Sangat Koruptif

Published

on

arief poyuono, waketum gerindra, omongan prabowo, pidato prabowo, pekerjan informal, pengemudi ojek, driver ojek online, prabowo kontroversi, ancaman air laut, kubu jokowi, angkatan kerja, ancaman banji rob

Waketum Gerindra, Arief Poyuono. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menilai, OTT KPK (Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi) terhadap sejumlah pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) semakin membuktikan ahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sangat koruptif.

Diketahui, beberapa waktu lalu, tim senyap antirasuah berhasil melakukan OTT terhadap sejumlah Pejabat Kemenpora diduga terjadi suap untuk dana habah untuk KONI.

“Suap di Kemenpora Makin membuktikan kalau pemerintahan Joko Widodo sangat Koruptif dan sudah tepat kalau Korupsi di era Joko Widodo sudah masuk stadium empat,” kata Arief melalui pesan elektroniknya, Kamis (20/12/2018).

Baca Juga:

“Kami harapkan KPK harus bisa mengusut tuntas suap di Kemenpora hingga ke aktor utamanya,” tegas Arief manambahkan.

Loading...

Sebab, lanjut Arief, berkaca dari kasus korupsi di Kemenpora saat pemerintahan SBY juga bisa menarik Menporanya sebagai pesakitan KPK.

“Segera KPK geledah Kantor Menpora karena sangat tidak mungkin pejabat penguna anggaran di Kemenpora melakukan Korupsi tanpa ada tekanan atau perintah dari atasannya dalam Hal ini Menterinya.

“Apalagi ini tahun politik yang butuh Dana Besar untuk Kampanye,” kata Arief.

Arief pun bersemangat berikan dukungngan terhadap KPK untuk mengusut tuntas mega korupsi di Kemenpora sampai akar-akarnya. “Karena departemen ini sudah Dua Kali kena OTT KPK,” katanya.

“Pantas aja olahraga Kita kagak pernah maju kalau selamanya jadi sarang Korupsi, begitu Juga program pembinaan Pemuda Indonesia yang tidak jelas hasilnya,” sambung Arief.

Baca Juga:  Menristekdikti Tekankan Pentingnya Riset dan Publikasi Internasional

Tak hanya itu, Arief pun menyindir Presiden secara langsung untuk tidak panik, karena menurut dia, penyakit korupsi di dalam pemerintahan Joko Widodo sudah stadium empat.

“Jangan panik dan marah ya Kangmas Joko Widodo dengan ucapan Prabowo kalau virus korupsi di Pemerintahan Kangmas Joko Widodo sudah masuk stadium 4. Jangan ngeyel lagi ya para penggiat Joko Widodo ketika dibilang Korupsi sudah stadium empat,” tandasnya.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler