Berita UtamaLintas NusaRubrikaTerbaru

Studi Tiru Pemkab Nunukan, Baznas Nunukan di Kabupaten Berau

Studi tiru Pemkab Nunukan, Baznas Nunukan di Kabupaten Berau
Foto: Studi Tiru Baznas Nunukan di Kabupaten Berau.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Berdasarkan surat Bupati No.121/Setda-Kesra/005/VII/2022 yang di tujukan ke Baznas Kab. Berau dalam rangka Study Tiru Pemerintah Daerah Kab. Nunukan dan Ketua Baznas Kab. Nunukan terkait pelaksanaan dan pengelolaan zakat di Kab. Berau. Maka Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin SH mewakili Bupati Nunukan dan Ketua Baznas Kab. Nunukan Ustd. H. Zahri Fadli, serta Kabag Kesra Kab. Nunukan H. Tuwo melakukan kunjungan ke Baznas Berau Kalimantan Timur, Sabtu (20/8)

Kedatangan Asisten pemerintahan dan Kesra beserta rombongan di Kantor Baznas Berau  disambut hangat oleh Ketua Baznas Kab. Berau H. Busransyah dan Wakil Ketua 3 Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan H. Dawani Buchori, dan Wakil Ketua 4 Bidang Administrasi SDM dan Umum Maria Yosephi.

Asisten Pemerintahan dan Kesra menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati dan Wakil Bupati Nunukan yang tidak bisa ikut dikarenakan sedang melakukan kegiatan di Kec. Krayan dan Wakil Bupati juga sedang menghadiri kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga tidak bisa hadir dalam kunjungan tersebut.

Baca Juga:  Fraksi Hanura DPRD Nunukan Minta Pemerintah Prioritaskan APBD Untuk Sektor Pertanian

Dalam pertemuan tersebut antara Pemerintah daerah Kab. Nunukan, Baznas Nunukan melakukan diskusi dengan Baznas Kab. Berau. Membahas apa saja program dan kegiatan Baznas Kab. Berau yang sudah berjalan sehingga Baznas Kab. Nunukan bisa mencontoh dan meniru Baznas Kab. Berau.

“Kami dari Pemerintah Kab. Nunukan, selain akan menggali informasi dari Baznas itu sendiri, mudah-mudahan pada saat nanti audiens dengan Pemerintah Kab. Berau bagaimana secara komprehensif Pemerintah Daerah dapat mensuport Baznas di Kab. Berau ini,” ujarnya.

Ketua Baznas Nunukan Ustd. H. Zahri Fadli juga menyampaikan bahwa semua program Baznas secara Nasional sama, akan tetapi secara teknis pelaksanaannya dan pengaktualisasiannya di lapangan yang perlu dipelajari di Baznas Berau.

Ustd. H. Zahri Fadli juga mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kab. Nunukan sangat mendukung bagaimana cara mengembangkan potensi zakat yang berada di Kab. Nunukan. Sehingga saat ini Baznas Nunukan bisa melakukan studi tiru di Baznas Berau.

Baca Juga:  Bersama Bea Cukai Pamekasan, Pemkab Sumenep Lakukan Operasi Bersama Peredaran Rokok Ilegal

Wakil Ketua Bidang Administrasi SDM dan Umum Maria Yosephi menjelaskan bahwa Baznas Berau secara transparan membagikan informasi program-program yang sudah dijalankan dan laporan keuangan juga di share secara transparan kepada masyarakat melalui media sosial sehingga masyarakat tahu program-program Baznas Berau yang sedang berjalan. Sehingga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat yang sudah mengamanahkan zakat, infaq, sedekahnya di Baznas Berau.

“Sehingga kami bertanggung jawab juga memberikan informasi secara transparan, ternyata kekhawatiran kami di tahun 2020 dan 2021 di masa pandemi menjadi meningkat. Karena kepercayaan masyarakat terhadap Baznas, serta edukasi-edukasi yang diberikan semakin banyak kita bersedekah di masa-masa sulit di masa pandemi Covid 19, dengan edukasi sehat dengan bersedekah sehingga membuat masyarakat semakin banyak berzakat ke baznas,” ungkapnya.

Selain itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin juga kagum dengan Baznas Kab. Berau karena bisa membangun Rumah Sehat Baznas dengan dana CSR dari satu perusahaan saja. Sehingga nantinya bagaimana caranya Pemerintah Daerah dan Baznas Nunukan bisa meyakinkan perusahaan-perusahaan yang berada di Kab. Nunukan bisa menyalurkan dana CSR nya tepat sasaran.

Baca Juga:  Andi Muliyono Ajak Masyarakat Nunukan Menjadi Pemilih Cerdas Dalam Pemilu

Rumah Sehat yang dibangun oleh Baznas memiliki kapasitas 32 tempat tidur. Untuk biaya opersionalnya itu sendiri nantinya juga beroperasi akan memerlukan biaya sekitar 1 Milyar, dari 1 Milyar ini nantinya yang 60% dari Baznas RI, 20% dari Baznas Provinsi, dan 20% dari Baznas kabupaten untuk operasional menggaji staf dengan manajemen yang berbeda. Rumah sehat baznas ini akan memiliki manajemen sendiri sehingga tidak bergabung dengan sistem manajemen baznas. Baznas tetap terlibat tetapi, hanya sebatas pendanaan dan operasional dan mendukung Berau Sehat. (Adv/ES)

Related Posts

1 of 35