Connect with us

Kreatifitas

STP Perkenalkan Blok Tuntas-O3

Published

on

Lauching sistem perkuliahan Blok Tuntas O3 Sekolah Tinggi Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: Dok. Istimewa)

Lauching sistem perkuliahan Blok Tuntas O3 Sekolah Tinggi Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: Dok. Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Salah satu pendidikan tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sekolah Tinggi Perikanan (STP) meluncurkan sistem perkuliah Blok Tuntas, suatu model intensifikasi pembelajaran vokasional yang diarahkan untuk menuntaskan seluruh proses satuan mata kuliah dengan bebas 3 SKS. Ambil contoh misalnya, diselesaikan dalam waktu 13 hari non-stop dilanjutkan mata kuliah lain dengan waktu tertentu hingga tuntas. Begitu seterusnya.

Blok Tuntas ini telah diluncurkan di Laboratorium Oseanografi dan Lingkungan STP Jakarta. Dan diluncurkan sendiri oleh Ketua STP, Mochammad Heri Edy, pada Rabu (23/8) kemarin.

Baca: STP: Jangan Sampai Anak Cucu Kita Makan Ikan Rasa Plastik

Menurut Heri, sistem ini merupakan lompatan inovasi pembelajaran yang sangat relevan dengan pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada ranah penguasaan kompetensi 70% daripada ranah teoritis (30%).

“Sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi Blok Tuntas yang menyederhanakan sistem perkuliahan, yang fokus meningkatkan kompetensi taruna (peserta didik), selain itu, sistem yang ini dapat mengubah mindset kita selama ini,” ujarnya.

Sebagai pilot project, Blok Tuntas ini diterapkan pada perkuliahan di Program Studi (Prodi) Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan (TPS) sejak tahun 2016 untuk satu angkatan, dan setelah dilakukan evaluasi 2017, hasil perolehan rata-rata IPK dan uji kompetensial taruna sangat tinggi. Atas dasar itu, STP akan menerapkan sistem ini pada semua angkatan pada Prodi TPS tersebut.

“Mohon dikawal dengan baik, nanti kita evaluasi setiap tahun. Jika tahun depan 2018, sistem ini memberikan hasil yang lebih unggul, maka akan diterapkan pada Prodi lainnya,” tambah Heri.

Baca Juga:  Dorong Guru Produktif, Kemenperin Kerjasama Dengan ITE Singapura

Selain itu, sistem Blok Tuntas ini dihibrid dengan pola kemitraan O3, yakni One course-One Company-One Peer, suatu pola pengintegrasian pembelajaran antara suatu tematik perkuliahan/praktikum dengan dunia industri dan sejawat edukator/saintis dari luar kampus STP. Melalui pola O3, transfer ilmu pengetahuan dan internalisasi kompetensi dapat dioptimalkan.

Baca juga: Presiden World Maritime University Kagumi Sistem Pendidikan STP

“Saat ini bukan jamannya bekerja sendiri, tetapi perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik itu kalangan industri maupun sejawat sebidang ilmu dari perguruan tinggi lain, baik dalam maupun luar negeri, pelibatan sejawat (peer) dapat diwadahi lewat virtual lecture, sebagaimana yang biasa kita lakukan,” sambung Heri.

Sementara itu, Dosen Prodi TPS Kadarusman mengatakan, era baru sistem perkuliahan blok tuntas diadopsi oleh beberapa universitas dunia khususnya di Eropa. Kata dia, sistem ini memberikan ruang waktu yang banyak bagi dosen untuk menghasilkan produk-produk saintific dan produk inovasi lainnya. Di sisi lain, sistem perkuliahan blok Tuntas merupakan salah satu amanat Standar Nasional Perguruan Tinggi 2015.

“Di luar negeri, mereka telah menggunakan sistem ini sejak era 1970-an,” ungkapnya.

Adapun manfaat Blok Tuntas-O3 bagi dosen adalah mengajar secara fokus, efisien waktu dan tenaga, dan dapat meningkatkan pencapaian pada ranah Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat). Sedangkan manfaat bagi peserta didik adalah mereka dapat belajar secara fokus dan terarah, mengurangi beban kompleks, dan penguasaan ilmu dan kompetensi menjadi optimal. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler