Mancanegara

Srilangka Memasuki Zaman Antariksa Global Abad Ke-21

Srilangka Memasuki Zaman Antariksa Global
Srilangka Memasuki Zaman Antariksa Global/Foto: Sputnik

NUSANTARANEWS.CO – Srilangka memasuki zaman antariksa global. Satelit Raavana-1 berhasil diluncurkan oleh pesawat ruang angkasa Cygnus-1 Amerika Serikat (AS). Proyek ini adalah inisiatif PBB untuk membantu sebuah negara meluncurkan satelit pertama mereka. Satelit penelitian Raavana-1 diluncurkan ke orbit, 400 km jauhnya dari Bumi, kemarin malam.

Satelit, yang diluncurkan ke luar angkasa pada bulan April, ditempatkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) NASA. Publik difasilitasi untuk menyaksikan peluncuran satelit dengan masuk ke situs web ACCIMI.

Ravana-1, adalah satelit nano berukuran kubus yang dibangun oleh dua pemuda Srilangka, Tharindu Dayaratne dan Dulani Chamika, yang belajar teknik ruang angkasa di Institut Teknologi Kyushu Jepang

Tharindu Dayaratne adalah insinyur Listrik dan Elektronika dari Universitas Peradeniya dan insinyur penelitian di Institut Arthur C. Clarke untuk Teknologi Modern, sementara Dulani Chamika adalah insinyur Mekatronik dari lembaga yang sama. Satelit itu diperkirakan akan memenuhi lima misi, termasuk pengambilan gambar Sri Lanka dan daerah sekitarnya. Raavana-1 memiliki berat sekitar 1,05kg dan akan memiliki umur minimum satu setengah tahun.

Baca Juga:  Kata Iran: AS Tidak dalam Posisi untuk Menetapkan Kondisi bagi Iran dalam Pembicaraan JCPOA

Satelit ini diluncurkan pada 18 April dari Spaceport Regional Mid-Atlantic di Fasilitas Penerbangan Wallops NASA di Virginia, Amerika Serikat. Satelit itu ditempatkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

RAAVANA-1 akan memberikan gambar geografis bagian Srilangka dari jarak 400 km saat mengorbit bumi.

Satelit memiliki umur minimum delapan belas bulan. Misi Lora Demonstration-nya akan memvalidasi modul yang akan digunakan untuk mengunduh data dari satelit-satelit.

Direktur Jenderal Arthur C. Clerk Centre Sanath Panawennage mengatakan, “Satelit berukuran 11,3 cm x 10 cm x 10 cm dan berat 1,05 kg dengan masa hidup sekitar 1 ½ tahun itu dirancang dan dibangun di Institut Teknologi Kyushu di Jepang, katanya.

Panawennage juga mengatakanbahwa para insinyur Srilangka siap untuk memproduksi satelit yang lebih besar dan lebih kompleks di masa depan.

Ravana 1 diluncurkan ke ISS di orbit 400 km oleh pesawat ruang angkasa Cygnus NASA pada 18 April dan mencapai stasiun ruang angkasa internasional pada tanggal 19. (Alya Karen)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 451